Asyik, Studio Digital Akan Dibangun di Pasar Prawirotaman

Ilustrasi pekerja proyek. - JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto
24 Februari 2020 18:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka mengembangkan iklim ekonomi kreatif sekaligus mendukung pariwisata Kota Jogja, Pemkot Jogja menyiapkan Rumah Kreatif. Rencananya, Rumah Kreatif akan dibangun di Lantai IV Pasar Prawirotaman yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Kabid Penataan Pengembangan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja, Gunawan Nugroho, menjelaskan konsep Rumah Kreatif saat ini masih terus dibahas oleh tim yang mengawal progres Pasar Prawirotaman. "Yang mengisi apa saja, segmennya siapa, masih kami bahas," ujarnya, Senin (24/2/2020).

Meski begitu, dia memastikan konsep utama dari Rumah Kreatif adalah mirip co-working space dengan gaya milenial. Keberadaan Rumah Kreatif diharapkan bisa menjadi rumah bersama untuk berkreativitas, di samping juga untuk kegiatan ekonomi.

Selain co-working space, imbuh Gunawan, Rumah Kreatif juga akan dilengkapi dengan studio mini yang bisa digunakan untuk kegiatan digital kreatif bagi pelaku bisnis rintisan, seperti membuat konten video atau broadcasting. "Nantinya para pelaku kreatif juga bisa menggelar diskusi, lokakarya, bahkan pameran," kata dia.

Rumah Kreatif bertempat di lantai empat Pasar Prawirotaman. Adapun lantai I sampai III digunakan untuk aktivitas pedagang, sedangkan basement digunakan untuk tempat parkir. Pembangunan ditargetkan selesai pada Juni 2020, dan aktivitas pedagang baru dimulai setelah serah terima dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja, Nurcahyo Nugroho, mengatakan konsep Rumah Kreatif menekankan adanya keterhubungan antara pelaku seni, kuliner, digital kreatif dan kafe yang layak anak. "Masih menerima masukan dari pelaku seni dan stakeholder terkait," ujarnya.

Pematangan konsep Rumah Kreatif masih didiskusikan sembari menunggu serah terima bangunan. "Kendalanya kadang proses penyerahan dari pusat bisa lama, dsri pengalaman bahkan bosa sampai dua tahun," kata dia.

Pembangunan Pasar Prawirotaman mengalami perubahan dari desain awal setelah adanya masukan dari Dewan Kebudayaan Kota Jogja. Beberapa masukan itu meliputi perwajahan atap, motif batik yang menempel, tulisan Pasar Prawirotaman dengan aksara Jawa, umpak yang disamakan dengan Pasar Beringharjo serta atap pergola di seluruh ruang terbuka.