TBM Sleman Didorong Jadi Pusat Informasi dan Jurnalistik Warga
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
\nTim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) saat melakukan kegiatan PSN di wilayah Pedukuhan Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Jumat (6/3/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan jumlah kasus penderita penyakit DBD harus terus dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya, masih ditemukan dusun-dusun yang angka bebas jentiknya rendah.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Dulzaini mengatakan Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menemukan dusun-dusun yang memiliki potensi penyebaran jentik nyamuk penyebab penyakit DBD.
Salah satunya di wilayah Pedukuhan Drono, Sardonoharjo, Ngaglik. Dari hasil penyisiran yang dilakukan Tim Pokjanal di 91 rumah warga yang tersebar di enam Rukun Tetangga (RT), terdapat 28 rumah yang positif jentik nyamuk. "Kami sisir 91 rumah warga beserta area pekarangannya, hasilnya masih terdapat 28 rumah yang positif jentik nyamuk," katanya, Jumat (6/3/2020).
Kondisi tersebut, lanjut Dulzaini, sangat beresiko menimbulkan penyakit DBD bagi masyarakat. Alasannya, setelah dihitung angka bebas jentiknya hanya 69,23% dari standar 95%. "Jadi angka bebas jentik masih sangat jauh dan ini berpotensi menimbulkan penyakit DBD," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat masih memerlukan pemahaman dan penambahan informasi terkait DBD agar dapat meningkatkan kesadaran khususnya dalam mengantisipasi kasus DBD. Saat ini wilayah Ngaglik termasuk peringkat dua dalam kasus DBD di wilayah Sleman.
“Kami akan terus mendorong Pokjanal kecamatan untuk selalu waspada. Salah satunya meningkatkan program gerakan satu rumah satu jumantik, ini harus dijalankan," katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni mengatakan penemuan jentik nyamuk DBD di beberapa titik menunjukkan masyarakat masih perlu terus didorong untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit DBD.
Dinkes melakukan monitoring dengan kegiatan PSN agar penyebaran penyakit ini tidak terus terjadi. Hal ini juga membutuhkan dukungan semua pihak. Novi berharap agar masyarakat bisa lebih peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungannya, terlebih saat ini mulai memasuki puncak musim penghujan.
"Untuk menekan angka DBD, kami tidak bisa melakukannya sendiri tanpa kesadaran dari masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Indonesia meraih emas bulu tangkis beregu putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan China 3-2. Jonatan Christie jadi sorotan usai tiga kali kalah.
Berikut proyeksi ranking FIFA Indonesia jika menang, imbang, atau kalah dari Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026
Mercedes-Benz memperingatkan dua pabrik di Jerman bisa ditutup jika biaya produksi tak ditekan. Perusahaan belum menyebut lokasi yang terancam.
Agnez Mo ketahuan rehearsal di SUGBK dan disebut membawakan Indonesia Pusaka. Benarkah ia akan tampil di pembukaan FIFA ASEAN Cup 2026?
QJMotor X-Adventure 900 dikabarkan membawa mesin 904 cc bertenaga sekitar 95 HP. DCT, Brembo, Marzocchi, dan debut EICMA masih belum resmi