Ponpes Optimistis Ciptakan Santripreuner Berdaya Saing

Sejumlah santri di Ponpes Al I'tisham Wonosari berkumpul seusai makan bersama di komplek asrama, Jumat (13/3/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
16 Maret 2020 23:37 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pondok Pesantren (Ponpes) mendapatkan angin segar dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam berupaya menciptakan program wirausaha di dunia pesantren. Hal itu membuat sejumlah ponpes di Gunungkidul optimistis mampu menciptakan santripreuner yang memiliki daya saing tinggi.

Ketua Yayasan Darul Qur'an Wonosari, Aryanto Purbo Prasetyo, menuturkan Pemerintah Pusat dan Pemkab Gunungkidul mulai memperhatikan pesantren dengan memberikan berupa fasilitas hingga anggaran untuk menunjang kemandirian pesantren dalam menciptakan santripreuner. "Artinya santri semakin optimistis, sebab sekian lama sudah memiliki kemampuan tapi terkendala dana dan fasilitas," kata Aryanto, Minggu (15/3/2020).

Dengan adanya bantuan itu, lanjut Aryanto, cita-cita dan impian para santri sedikit demi sedikit mulai terbuka, sehingga para santri bisa bebas bergerak dalam menggali kemampuan yang dimiliki dengan bantuan yang ada. Contohnya, pengembangannya melalui jurusan seperti teknik bisnis dan teknik sepeda motor yang dimiliki pesantren. Harapannya, para santri memiliki kepercayaan yang tinggi. "Ketika santri keluar dari pesantren, mereka sudah bisa mandiri. Apalagi saat ini era di mana kemampuan diri sangat penting. Jadi saat pulang mereka bisa membuka usaha," tutur Aryanto.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, menjelaskan jajarannya menjalin komunikasi bersama sejumlah pesantren yang memiliki potensi untuk diajak mengoptimalkan kemampuan wirausaha. "Pesantren diajak terlibat mulai dari pengembangan usaha yang dimiliki hingga kemasan yang membuat nilai jual tinggi," ujarnya.

Menurut Eko, bantuan berupa pelatihan peralatan dan dana mampu membuat ekonomi para santri di Gunungkidul menjadi kuat. Selain mampu membuka lapangan kerja, bantuan tersebut bisa membuat santri dan pesantren menjadi mandiri. "Bisa berkontribusi mengurangi angka kemiskinan di Gunungkidul," katanya.