Advertisement
Ponpes Optimistis Ciptakan Santripreuner Berdaya Saing
Sejumlah santri di Ponpes Al I'tisham Wonosari berkumpul seusai makan bersama di komplek asrama, Jumat (13/3/2020). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pondok Pesantren (Ponpes) mendapatkan angin segar dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam berupaya menciptakan program wirausaha di dunia pesantren. Hal itu membuat sejumlah ponpes di Gunungkidul optimistis mampu menciptakan santripreuner yang memiliki daya saing tinggi.
Ketua Yayasan Darul Qur'an Wonosari, Aryanto Purbo Prasetyo, menuturkan Pemerintah Pusat dan Pemkab Gunungkidul mulai memperhatikan pesantren dengan memberikan berupa fasilitas hingga anggaran untuk menunjang kemandirian pesantren dalam menciptakan santripreuner. "Artinya santri semakin optimistis, sebab sekian lama sudah memiliki kemampuan tapi terkendala dana dan fasilitas," kata Aryanto, Minggu (15/3/2020).
Advertisement
Dengan adanya bantuan itu, lanjut Aryanto, cita-cita dan impian para santri sedikit demi sedikit mulai terbuka, sehingga para santri bisa bebas bergerak dalam menggali kemampuan yang dimiliki dengan bantuan yang ada. Contohnya, pengembangannya melalui jurusan seperti teknik bisnis dan teknik sepeda motor yang dimiliki pesantren. Harapannya, para santri memiliki kepercayaan yang tinggi. "Ketika santri keluar dari pesantren, mereka sudah bisa mandiri. Apalagi saat ini era di mana kemampuan diri sangat penting. Jadi saat pulang mereka bisa membuka usaha," tutur Aryanto.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, menjelaskan jajarannya menjalin komunikasi bersama sejumlah pesantren yang memiliki potensi untuk diajak mengoptimalkan kemampuan wirausaha. "Pesantren diajak terlibat mulai dari pengembangan usaha yang dimiliki hingga kemasan yang membuat nilai jual tinggi," ujarnya.
Menurut Eko, bantuan berupa pelatihan peralatan dan dana mampu membuat ekonomi para santri di Gunungkidul menjadi kuat. Selain mampu membuka lapangan kerja, bantuan tersebut bisa membuat santri dan pesantren menjadi mandiri. "Bisa berkontribusi mengurangi angka kemiskinan di Gunungkidul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Proyek Fiktif, Pendiri Dana Syariah Indonesia Ditahan Bareskrim Polri
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- WFH ASN DIY Dimulai, Rabu Dipilih Hindari Efek Libur Panjang
- BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di DIY Mulai 9-11 April
- Jadwal KRL Jogja-Solo 9 April 2026, Lengkap dari Tugu
- Viral Keributan di Kotagede Jogja, Polisi Pastikan Berakhir Damai
- Nilai TKA SMP Tertinggi di Kulonprogo Bakal Diganjar Laptop dan Sepeda
Advertisement
Advertisement







