Pedagang Beras di Pasar Wates Sepi Pembeli

Tumpukan karung beras memenuhi kios salah satu pedagang beras di Pasar Wates pada Jumat (20/3/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
21 Maret 2020 07:07 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Harga beras di Pasar Wates hingga Jumat (20/3/2020) masih normal. Gencarnya isu wabah Covid - 19 nampaknya belum memengaruhi harga bahan pokok mayoritas masyarakat Kulonprogo ini.

Padahal bila melihat di beberapa daerah, sudah terjadi panic buying untuk beberapa komoditas. Ditemui di kiosnya, salah satu pedagang beras Sri Nahati justru mengeluhkan sepinya pembeli.

Sri menduga turunnya daya beli beras di kawasan Kulonprogo dikarenakan adanya bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu beberapa waktu lalu. Dugaan tersebut mungkin benar, pasalnya sekitar sepekan yang lalu pemerintah Kulonprogo baru saja menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dana APBD Kulonprogo. Pasalnya dalam paket bantuan tersebut di dalamnya termasuk beras.

Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo, Sunaryo, membenarkan bahwa setidaknya telah disalurkan BPNT kepada 3.887 penerima. Sunaryo menjelaskan adapun tiap penerima mendapatkan masing-masing beras 10 kg.

Kondisi tersebut barangkali membuat daya beli beras rendah. Bila dibagikan ke 3.887 penerima, maka setidaknya ada 38,87 ton beras yang beredar. Mungkin hal tersebut akhirnya berdampak pada daya beli beras di pasar menurun.

Pedagang beras lainnya, Asih juga mengaku pembelian beras yang sedang sepi. Sama seperti Sri, Asih menduga turunnya penjualan dimungkinkan karena adanya penyaluran bantuan sosial dari pemerintah. "Harga beras normal, pasokan juga tidak tersendat, belum ada dampak isu Covid - 19 terhadap tingkat penjualan beras," ujar Asih.