Jalan Desa Sriharjo Ambles, 70 KK Terisolasi

Kondisi jalan ambles di Jalan Desa Sriharjo, tepatnya di RT04 Dusun Wunut, Minggu (29/3/2020) - Ist dokumen relawan Desa Sriharjo
30 Maret 2020 12:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Jalan Desa Sriharjo di Dusun Wunut, Minggu (29/3/2020). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun amblesnya jalan penghubung antar RT di Dusun Wunut dan Kedungmiri tersebut memutus akses kendaraan dan mengisolasi sekitar 70 kepala keluarga.

Koordinator Relawan Desa Sriharjo, Sargiman mengatakan jalan itu ambles sepanjang sekitar 75 meter dan lebar tiga meter. Bukan hanya jalan yang ambles, akan tetapi lahan warga seluas lima meter di selatan jalan juga ikut ambles dan terbawa aliran sungai Oya.

Kini jalan tersebut juga sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, “Hanya cukup untuk motor, itu juga harus ekstra hati-hati,” kata Sargiman, saat dihubungi Senin (30/3/2020).

Ia menduga jalan itu ambles karena ada rembesan air hujan di bawahnya. Hal itu sudah diketahui sejak 5 Maret lalu. Saat itu, kata dia, warga sudah menyaksikan adanya retakan kecil di beberapa titik jalan setiap kali ada hujan atau saat ada aliran air hujan dari wilayah Mangunan.

Warga sudah berupaya menutup retakan kecil itu dengan terpal dan menguruknya dengan tanah dan bebatuan. Namun tanah urug itu juga terkikis air yang mengalir dari bukit sehingga turut ambles hinga melebar. Pihaknya sudah menyampaikan kondisi amblesnya jalan tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul.

Sargiman mengusulkan agar perbaikan jalan tersebut perlu ditambah beton supaya kuat. Demikian juga perlunya memperkuat bronjong di sisi sungai Oya supaya aliran sungai tidak mengikis talut jalan.

Ia menambahkan, amblesnya Jalan Desa Sriharjo itu juga menutup akses warga. “Ada RT yang dihuni sekitar 70 kepala keluarga yang terisolasi, yakni di RT04, 05, dan RT06. Dua kendaraan roda empat di tiga RT itu juga terjebak tidak bisa lewat,” kata Sargiman. Selain itu dua rumah sekitar jalan ambles juga terancam jika jalan itu tidak segera diperbaiki.

Manajer Pusat Pengendalian Operasional BPBD Bantul, Aka Luk-luk personel BPBD sudah meninjau langsung lokasi adanya pergerakan tanah tersebut. Menurut dia, kejadian tersebut mengancam jalan semakin ambles dan jarak dengan rumah warga lebih kurang lima meter dengan rumah milik Maryono yang dihuni delapan orang dan rumah Sunardi yang dihuni empat orang.

Pihaknya sudah mendata kebutuhan bronjong, “Untuk sementara diberi tanda dan ditutup terpal terlebih dahulu agar titik ambles tidak melebar,” kata Aka.