RS Rujukan Covid-19 Tak Mampu Tampung Pasien, Bantul Siapkan RS Darurat

Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona. - Reuters/ Dado Ruvic
30 Maret 2020 18:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul tengah menyiapkan rumah sakit darurat untuk menampung pasien Coronavirus Disease atau Covid-19. Hal itu karena rumah sakit rujukan Covid-19 saat ini tak mampu menampung pasien.

Rumah sakit darurat Corona tersebut rencananya menempati bekas puksesmas lama Bambanglipuro di Jalan Samas, Dusun Selo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro. Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Bantul juga sudah mengecek kelayakan tempat tersebut sebagai rumah sakit darurat.

Sekretaris Daerah (Sekda) bantul, Helmi Jamharis mengatakan rumah sakit rujukan Covid-19, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul sejauh ini selalu mengeluhkan keterbatasan ruangan, meski sudah ditambah dari empat ruangan menajdi 10 ruang isolasi.

Sebab, kata dia, selama ini rumah sakit rujukan merawat semua pasien dari mulai orang dalam pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hingga positif Covid-19, baik gejala ringan maupun berat. “Pasien PDP [dengan gejala] ringan nanti bisa menempati tempat tersendiri. Salah satunya eks Puskesmas Bambanglipuro,” kata Helmi, Senin (30/3/2020).

Helmi mengatakan penyiapan rumah sakit darurat Corona itu merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemkab dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tengah wabah virus Corona. Saat ini pihaknya tengah mengkaji kekurangan pemanfaatan eks Puskesmas Bambanglipuro tersebut mulai dari sarana dan prasarana, kebersihan, dan sumber daya manusia, hingga dukungan warga sekitar.

“Secara umum kami lihat ketersediaan ruang bisa memadai sampai 100 pasien. Mohn dukungan warga masyarakat untuk mendukung tempat ini dijadikan tempat perawatan apabila itu harus dilaksanakan,” kata Helmi.

Kepala Dinas Kesehatan, Agus Budi Raharjo menambahkan sesuai prosedur, kata dia, pasien PDP dengan gejala ringan dan sedang nantinya diupayakan bisa dirawat tanpa harus di rumah sakit rujukan, tapi cukup di rumah sakit darurat seperti yang sudah dilakukan di Jakarta menggunakan wisma atlet sebagai rumah sakit rujukan.

“Kalau terjadi perburukan baru dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 jadi tahapannya lebih tertata,” kata dia.

Dari sisi ruangan, ia memastikan bekas Puskesmas bambanglipuro itu mampu menampung 100 pasien. Tinggal sarana dan prasarana seperti tempat tidur, petugas medis. Dinas Kesehatan sudah memikirkan sebagian sarana akan dipenuhi dari proses relokasi dari beberapa puskesmas, termasuk tenaga medisnya.

Pihaknya membutuhkan waktu sepekan ke depan untuk penyiapan sarana dan prasarana rumah sakit darurat Covid tersebut, “Insyaallah maksimal satu minggu bisa dioperasionalkan,” ujar Agus.