Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Foto dari bentuk tiga dimensi model Virus Corona./Reuters- Dado Ruvic
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul tengah menyiapkan rumah sakit darurat untuk menampung pasien Coronavirus Disease atau Covid-19. Hal itu karena rumah sakit rujukan Covid-19 saat ini tak mampu menampung pasien.
Rumah sakit darurat Corona tersebut rencananya menempati bekas puksesmas lama Bambanglipuro di Jalan Samas, Dusun Selo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro. Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Bantul juga sudah mengecek kelayakan tempat tersebut sebagai rumah sakit darurat.
Sekretaris Daerah (Sekda) bantul, Helmi Jamharis mengatakan rumah sakit rujukan Covid-19, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul sejauh ini selalu mengeluhkan keterbatasan ruangan, meski sudah ditambah dari empat ruangan menajdi 10 ruang isolasi.
Sebab, kata dia, selama ini rumah sakit rujukan merawat semua pasien dari mulai orang dalam pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hingga positif Covid-19, baik gejala ringan maupun berat. “Pasien PDP [dengan gejala] ringan nanti bisa menempati tempat tersendiri. Salah satunya eks Puskesmas Bambanglipuro,” kata Helmi, Senin (30/3/2020).
Helmi mengatakan penyiapan rumah sakit darurat Corona itu merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemkab dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tengah wabah virus Corona. Saat ini pihaknya tengah mengkaji kekurangan pemanfaatan eks Puskesmas Bambanglipuro tersebut mulai dari sarana dan prasarana, kebersihan, dan sumber daya manusia, hingga dukungan warga sekitar.
“Secara umum kami lihat ketersediaan ruang bisa memadai sampai 100 pasien. Mohn dukungan warga masyarakat untuk mendukung tempat ini dijadikan tempat perawatan apabila itu harus dilaksanakan,” kata Helmi.
Kepala Dinas Kesehatan, Agus Budi Raharjo menambahkan sesuai prosedur, kata dia, pasien PDP dengan gejala ringan dan sedang nantinya diupayakan bisa dirawat tanpa harus di rumah sakit rujukan, tapi cukup di rumah sakit darurat seperti yang sudah dilakukan di Jakarta menggunakan wisma atlet sebagai rumah sakit rujukan.
“Kalau terjadi perburukan baru dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19 jadi tahapannya lebih tertata,” kata dia.
Dari sisi ruangan, ia memastikan bekas Puskesmas bambanglipuro itu mampu menampung 100 pasien. Tinggal sarana dan prasarana seperti tempat tidur, petugas medis. Dinas Kesehatan sudah memikirkan sebagian sarana akan dipenuhi dari proses relokasi dari beberapa puskesmas, termasuk tenaga medisnya.
Pihaknya membutuhkan waktu sepekan ke depan untuk penyiapan sarana dan prasarana rumah sakit darurat Covid tersebut, “Insyaallah maksimal satu minggu bisa dioperasionalkan,” ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman SNI dan mendorong lulusan memiliki sertifikat kompetensi agar siap bersaing di dunia kerja.
Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS kembali menghadirkan berbagai penawaran spesial bagi pasangan yang ingin mewujudkan pernikahan impian.
Said Iqbal mengusulkan penghapusan pajak JHT, THR, dana pensiun, dan pesangon kepada Menteri Keuangan demi meningkatkan kesejahteraan buruh.
PM India Narendra Modi berjanji kembali ke Indonesia sebelum 2029 untuk meresmikan Candi Prambanan setelah restorasi bersama rampung.
Pemkab Kulonprogo menggabungkan Disdag dan DisperinkopUKM mulai Januari 2027 demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.