Meninggal di Rumah Sakit, Jenazah Penduduk Sleman Dimakamkan di TPU Madurejo dengan Protokol Covid-19

Ilustrasi permakaman - JIBI
05 April 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Jenazah pasien yang meninggal di RSUP Dr. Sardjito dimakamkan di Tempat Permakaman Umum (TPU) Madurejo, Sabtu (5/4) malam. Sebelumnya, Pemkab Sleman sudah menyiapkan dua blok pemakaman di TPU Madurejo, Prambanan, untuk jenazah korban virus Covid-19.

Kabar kematian tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Djoko Hastaryo. Pasien berinisial AS tersebut adalah warga Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dia selama ini mengontrak di sebuah perumahan di Mlati, Sleman.

“Menurut informasi yang kami terima, yang bersangkutan hanya mengontrak,” katanya, Minggu (5/4/2020).

Pasien tersebut sempat dirawat di Puskemas Mlati, kemudian ke RSUP Dr. Sardjito. Namun baru sekitar satu jam di Sardjito, pasien tersebut meninggal dunia. "Jadi belum jelas apakah masuk PDP atau meninggal mendadak karena sebab lain," kata Djoko.

Meski begitu, proses pemakaman dilakukan menggunakan protokol penanganan pasien dengan kasus Covid-19. "Semua Puskesmas di Sleman sudah mendapat APD lengkap, masing-masing 10 set sejak Senin pekan kemarin. Kalau tinggal dua set, puskesmas bisa amprah [meminta] lagi ke Dinkes," katanya.

Pemkab Sleman menyediakan puluhan liang lahat untuk pasien Covid-19 di TPU Madurejo. Penjabat Sekda Sleman Hardo Kiswoyo ada 27 liang lahat untuk pasien Covid-19 di TPU tersebut. "Tetapi kami berharap liang lahat di sana tidak digunakan. Hanya antisipasi," kata Hardo.

Pemkab juga sudah menyiapkan petugas khusus untuk menangani proses pemakanan korban virus Covid-19.

Petugas pemakaman dibekali dengan alat pelindung diri (APD) “Mereka siaga 24 jam sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan akan bergerak dan memakamkan jenazah," katanya.

Kompleks TPU Madurejo memiliki luas lahan permakanan sekitar tujuh hektare. Saat ini, di TPU tersebut baru terisi sekitar 80 makam. "Kami sudah menggali 27 liang lahat sedalam dua meter, umumnya 1,7 meter. Untuk dinding diberi beton agar tidak runtuh," kata Ngatino, petugas di TPU Madurejo.