Kuota Transmigrasi Belum Jelas, Gunungkidul Masih Menunggu Pusat
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Ilustrasi tanah ambles/Ist- Bambang Nurcahyo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Plumbungan, Desa Gedangrejo, Karangmojo, heboh menyusul amblasnya sumur milik Ngatini,70, Selasa (7/4/2020). Untuk keamanan di sekitar lokasi langsung dipasang garis polisi.
Sumur yang berada di belakang rumah ini tak terlihat dan hanya menyisakan tanah amblesan mirip kolam dengan lebar sekitar 2,5 meter, panjang tiga meter dengan kedalaman diperkirakan mencapai dua meter.
Ketua RT 05 Dusun Plumbungan, Edi Eko Purwanto, mengatakan sebelum peristiwa itu terjadi warga di sekitar lokasi mendengar suara bergemuruh dari dalam tanah. Keanehan ini sudah terdengar sejak tiga hari sebelum kejadian. “Tiga hari lalu hujan deras dan saat itu mulai terdengar suara gemuruh di sekitar sumur,” kata Eko kepada wartawan, Rabu (8/4/2020).
Menurut dia, awalnya warga tidak begitu memperhatikan. Namun pada Selasa siang warga melihat keanehan karena sumur milik Ngatini mulai ambles ke dalam tanah. “Saya melihat sendiri peristiwa itu,” katanya.
Fenomena tanah ambles atau sinkhole yang menelan sumur milik Ngatini langsung dilaporkan ke Polsek Karangmojo. Untuk keamanan di sekitar lokasi langsung dipasang garis polisi. Selain itu, warga juga berinisiatif menutup amblesan dengan dedaunan dan pohon pisang. “Awalnya tanah yang ambles hanya di sekitar bibir sumur, sekarang terus melebar. Kami juga melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Gunungkidul,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi tentang tanah ambles di Karangmojo sekaligus mengirimkan petugas untuk memeriksa. Dia memperkirakan sumur ambles karena sinkhole dan di bawah tanah ada rongga yang memicu amblesan. “Untuk penanganan kami masih berkoordinasi dengan beberapa pihak,” katanya.
Selama tiga bulan terakhir selama 2020 muncul belasan titik sinkhole di Gunungkidul. Fenomena ini tidak lepas dari kondisi geografis Gunungkidul yang didominasi perbukitan kapur (karst). Menurut Edy, munculnya sinkhole karena luruhnya tanah di permukaan yang disebabkan oleh air hujan yang menumpuk. Air dan tanah masuk masuk melalui ponor atau lubang alami sebagai jalur air permukaan masuk ke lorong bawah tanah. “Masyarakat harus berhati-hati dan jangan mendekat ke sekitar lokasi tanah yang ambles,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.