RS Sardjito: Pasien Covid-19 yang Jujur Bisa Selamatkan Diri dan Orang Lain Termasuk Tenaga Medis

Seorang petugas berjas pelindung memeriksa suhu seorang penumpang yang tiba di Stasiun Xianning Utara, di Xianning, sebuah kota yang berbatasan dengan Wuhan di utara, di provinsi Hubei, China 24 Januari 2020. - REUTERS - Martin Pollard
18 April 2020 03:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Menanggapi fenomena pasien Covid-19 yang tidak jujur ketika berobat seperti terjadi di Semarang, Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan meminta pasien untuk bisa jujur menyampaikan keluhan dan riwayat kesehatan maupun bepergiannya ketika berobat ke dokter.

Dengan bersikap jujur, kata Banu, maka pasien telah menyelamatkan dirinya sendiri dari salah diagnosis, menyelamatkan orang lain, serta tenaga medis. "Ketika pasien jujur, dia memilih hal yang terbaik untuk dirinya. Kalau di awal dia sudah menutupi, bisa jadi dokter salah terka," kata Banu ketika dihubungi Harianjogja.com pada Jumat (17/4/2020) sore.

Ia mengakui ada kecenderungan pasien yang datang berobat justru menutup-nutupi gejala penyakitnya. Terlebih ketika ditanyai riwayat bepergiannya beberapa waktu terakhir, apakah sempat bepergian ke Jakarta yang saat ini menjadi pusat penyebaran Covid-19, ada indikasi pasien enggan mengaku.

"Jadi misal [dicek] apakah dia batuk, kadang ditutup-tutupi, diampet [ditahan] batuknya. Tapi tim medis kan juga melihat akhirnya dia batuk," tuturnya.

Banu meminta kepada seluruh pasien jika memang yang bersangkutan bersinggungan dengan daerah yang terserang Covid-19 atau pulang dari bepergian, lebih baik jujur karena akan menguntungkan banyak orang.

"Kami mengimbau karena ini masalah nasional bukan masalah personal, kami harap masyarakat jujur ketika datang berobat ke dokter," tegasnya.