Buntut Jemaah Tabligh, Warga Cancangan Cangkringan Dirapid

Sejumlah warga negara India yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di Masjid jami' Al-ittihad di Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (22/4/2020). - Ist\\n\\n
25 April 2020 00:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Rencana pemeriksaan rapid test bagi anggota jemaah tabligh dan keluarganya mulai dilakukan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman, Jumat (24/4/2020). 

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan rapid test kepada anggota jemaah tabligh mulai dilakukan menyusul temuan reaktif hasil rapid diagnostic test (RDT) terhadap 9 WNA India, yang juga anggota jemaah tabligh internasional. Pihaknya menyasar pemeriksaan kepada warga Cancangan, Desa Wukirsari, Cangkringan.

"Awalnya kami menyasar sekitar 50 warga, tapi yang dirapid test hanya 37 orang saja," kata Joko saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat.

Pemeriksaan rapid test kepada warga Cancangan tersebut merupakan hasil pengembangan tracing jemaah tabligh. Meskipun WNA India jamaah tablig belum dipastikan positif Covid-19 karena masih menunggu hasil pemeriksaan swab, Satgas Covid-19 Sleman tetap mengambil langkah antisipasi.

"Kami tetap melakukan skrining dengan memeriksa orang-orang yang pernah kontak dengan anggota jemaah tersebut. Sampai saat ini hasilnya masih belum dilaporkan kepada kami," kata Joko.

Menurut Joko, pemeriksaan rapid test bagi warga Cancangan dilakukan setelah salah seorang jamaah yang mengikuti pemeriksaan di Masjid hasil rapid tesnya reaktif. "Kami juga lakukan rapid test terhadap istri dan anaknya, juga reaktif sehingga hari ini [kemarin], warga yang pernah kontak dengan mereka juga kami lakukan pemeriksaan," kata Joko.

Sebelumnya diberitakan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman melakukan rapid test terhadap 15 orang warga India. Hasilnya, 9 orang dinyatakan reaktif. Selain mereka, 14 warga dan jemaah juga dilakukan rapid test, hasilnya enam orang reaktif usai dirapid test.

Sembilan WN India yang hasilnya reaktif kemudian dilakukan pemeriksaan swab di RSA UGM dan dirujuk ke RSAU Harjolukito. Sementara enam warga yang reaktif, empat orang dirujuk ke RSI PDHI Kalasan dan dua orang ke RSUD Sleman.