Abai Protokol Covid-19, Ibadah Tarawih Berjemaah di Pleret Bantul Didatangi Aparat

Foto ilustrasi. - Solopos/M. Ferri Setiawan
01 Mei 2020 18:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul mencatat ada satu pelanggaran yang terpaksa harus ditindak terkait dengan penyelenggaran ibadah Ramadan di tengah pandemi Covid-19.

Adapun tindakan Satpol PP tersebut adalah dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada warga yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Baru, Rabu (29/4/2020) malam, kami terpaksa harus mendatangi sebuah masjid di Wonokromo, Pleret, dan melakukan pendekatan persuasif kepada jemaah terkait dengan penyelenggaraan salat tarawih,” kata Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta, Jumat (1/5/2020).

“Kami ingatkan kepada jemaah agar tetap menjaga jarak saat menjalani ibadah,” lanjutnya.

Menurut Yulius, khusus di bulan Ramadan, Satpol PP melakukan perubahan sif pemantauan wilayahnya. Jika sejak Maret lalu, hanya ada dua sif pengawasan, yakni pagi dan malam, maka mulai Ramadan, sif ditingkatkan menjadi tiga. Selain pagi dan malam hari, ada sif sore yang sengaja bergerak mulai 16.00 WIB hingga menjelang buka puasa.

“Harapannya semua bisa mematuhi prortokoler kesehatan dan mengedepankan jaga jarak,” ucap Yulius.

Sejauh ini, selain kerumunan di pasar yang menjajakan takjil atau makanan khas berbuka puasa, Satpol PP juga masih menemukan adanya masjid yang menggelar salat tarawih berjemaah dalam jumlah besar.

“Masih ada beberapa di tempat-tempat tertentu, pembeli belum pakai masker,” kata Yulius.

Untuk menekan adanya pelanggaran, Selasa (5/5/2020) mendatang, Satpol PP akan melakukan evaluasi terkait pelaksanaan patroli yang selama ini telah dijalani. Selain itu, ada koordinasi antara Satpol PP dengan pemerintah kecamatan di Bantul terkait dengan upaya pemasifan protokoler kesehatan di wilayahnya.

“Nanti kami juga akan meminta masukan dari berbagai pihak,” ucap Yulius.