170 Orang Dites Cepat, Bidan dan ASN Diskominfo Bantul Dinyatakan Reaktif

Istri Bupati Bantul Erna Kusmawati mengikuti rapid diagnostic test (RDT) di halaman Dinkes Bantul, Selasa (28/4/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
05 Mei 2020 15:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinkes Bantul kembali menggelar tes cepat massal sebagai deteksi dini Covid-19, Selasa (5/5/2020). Hasilnya dari 170 orang yang dites di halaman Dinkes Bantul, ada dua orang di antaranya reaktif. Keduanya kini diisolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dua orang tersebut diketahui adalah seorang bidan dan satu orang lainnya merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul. “Dari 170 orang yang dites, ditemukan ada dua perserta yang reaktif RDT [rapid diagnistic test],” kata Kepala Dinkes Bantul, Agus Budi Raharjo, Selasa.

Agus mengatakan hasil dari tes cepat kedua orang itu baru sebatas screening awal dan belum bisa dikatakan positif Covid-19. Selanjutnya, keduanya akan menjalani tes swab melalui polymerase chain reaction (PCR).

Mantan Wakil Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul tersebut pun mengaku belum tahu pasti riwayat perjalanan kedua orang itu. Dinasnya belum bisa menanyakan lebih lanjut karena keduanya masih terlihat syok saat megetahui hasil rapid test reaktif.

Untuk ASN yang bertugas di Diskominfo, kata Agus, sejauh ini belum berpengaruh terhadap kinerja di dinas yang bersangkutan karena belum ada kepastian positif Covid-19 dan masih menunggu tes swab. “Ketika seorang ASN Diskominfo positif Covid-19 berdasarkan swab maka konsekuensinya nanti seluruh pegawai di Diskominfo harus isolasi diri 14 hari dan ditindak lanjuti dengan rapid test,” ujar Agus.