Penyaluran BST di Kulonprogo Ditarget Rampung Sebelum Lebaran

Kerumunan masyarakat yang hendak mencairkan BST di Gedung Kesenian Wates, Kapanewon Wates, Sabtu (9/5/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
14 Mei 2020 02:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak pandemi COVID-19 di Kulonprogo, ditargetkan rampung sebelum lebaran atau pekan depan.

"Kami sudah komitmen bantuan itu akan disalurkan sebelum lebaran, karena sangat signifikan membantu mereka [KPM]," ujar Kepala Kantor Pos Cabang Wates, Irwan Agus Susilo usai menghadiri rapat koordinasi penyaluran BST di Gedung Kaca, Komplek Pemkab Kulonprogo, Rabu (13/5/2020).

Penyaluran BST untuk KPM di Kulonprogo melalui Kantor Pos sudah berjalan sejak pekan kemarin. Dari total 20.158 KPM, 17.643 di antaranya disalurkan melalui layanan Pos Indonesia. Sisanya lewat transfer BRI, BNI dan BTPN.

Adapun penyaluran lewat Kantor Pos yang dilakukan dengan mendatangi tiap-tiap kalurahan sudah selesai di lima kapanewon, yaitu Wates, Girimulyo, Kalibawang, Nanggulan dan Temon. Sedangkan sisanya, yakni Kokap, Lendah, Galur, Panjatan, Pengasih, Sentolo dan Samigaluh dengan jumlah KPM sebanyak 11.874 KPM, akan disalurkan secara bergiliran pada Jumat (15/5/2020) sampai Kamis (21/5/2020).

"Sehingga, sesuai jadwal itu, sebelum lebaran semua KPM di Kulonprogo sudah dapat BST," ucap Irwan.

Irwan mengatakan, untuk merealisasikan target itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemkab Kulonprogo agar proses pendistribusian bantuan itu dapat berjalan lancar dan diharapkan bisa tuntas sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Diakuinya, jika tidak ada peran dari pemerintah baik dari tingkat kalurahan maupun kabupaten, pendistribusian bakal sukar terlaksana.

"Kalau di kami terus terang keterbatasan SDM jadi kendala. Walaupun kita diperkenankan merekrut tenaga dari luar kan, kemudian ya harus ada training dan itu tidak cepat. makanya kemarin hasil rapat Forkompinda, kami akan disupport. Masing-masing kalurahan nanti menempatkan dua kasir, dan tenaga untuk ikut backup," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Yohanes Irianta mengatakan target penyaluran BST memang harus selesai sebelum lebaran. Sebab setelah ini akan ada lagi bantuan sosial lain, salah satunya bantuan sosial dari APBD DIY.

"Kabarnya minggu depan ada pencari Bansos dari APBD DIY, sehingga memang penyaluran BST ini harus bisa selesai sesuai jadwal," ujarnya.

Namun demikian teknis penyaluran BST di lapangan tetap harus menyesuaikan protokol penanganan COVID-19. Oleh karena itu, Dinsos P3A sudah berkoordinasi dengan pemerintah di level kapanewon dan kalurahan, agar penyaluran itu tidak menyalahi aturan seperti yang pernah terjadi di Gedung Kesenian Wates, pekan lalu.

Irianto menjelaskan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan penyaluran BST di lima kapanewon, ada tiga indikator, yang menjadi acuan bahwa pelaksanaan di lapangan dibilang berhasil. Pertama proses penyaluran itu dilaksanakan sesuai protokol COVID-19, tidak ada kerumunan dan bantuan yang tersalurkan tepat sasaran.

Untuk itu, dalam pelaksanaan di tujuh kapanewon mendatang, pemerintah kapanewon maupun kalurahan perlu memperhatikan sejumlah hal. Pertama soal filterisasi di lokasi penyaluran.

"Setidaknya ada tiga filter di lokasi, mulai dari gerbang masuk, lalu pintu masuk ruangan dan terakhir di ruangan pembagian, ini diperlukan agar tidak menimbulkan kerumunan," ucapnya.

Selanjutnya perlu adanya pengaturan jadwal yang jelas terhadap para penerima bantuan. Jam penerimaan harus dibikin beda agar tidak terjadi penumpukan. "Kondisi ruangan juga perlu diperhatikan, pelaksana harus melihat kapasitas ruangan itu," jelas Irianta.