Ratusan Perusahaan Ajukan Penangguhan Iuran BPJAMSOSTEK

Kepala BPJAMSOSTEK Jogja Ainul Khalid usai menyalurkan 250 paket sembako bagi pekerja rentan terdampak pandemi Covid-19, Rabu (20/5/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
21 Mei 2020 08:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ratusan perusahaan di DIY mengajukan penangguhan pembayaran iuran program perlindungan sosial ketenagakerjaan. Hal itu terjadi akibat dampak pandemi Covid-19.

Kepala BPJAMSOSTEK Jogja Ainul Khalid mengatakan ada sekitar 150 perusahaan yang mengajukan penangguhan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Baik iuran jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua hingga dana pensiun. Rata-rata yang mengajukan sektor usaha perhotelan, pariwisata dan garmen.

"Tapi sampai saat ini kami masih menunggu kebijakan dari Pusat terkait relaksasi bagi peserta BPJAMSOSTEK," kata Ainul di sela-sela pemberian bantuan bagi 250 pekerja rentan dampak Covid-19, Rabu (20/5/2020).

Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan DIY, jumlah pekerja formal yang sudah tidak bekerja atau dirumahkan akibat pandami Covid-19 berjumlah sekitar 36.962 orang dan 100.000 orang lainnya di sektor informal. Ainul berharap, mereka tidak di PHK tetapi dirumahkan sehingga bisa bekerja kembali setelah kondisi normal.

"Harapan kami mereka hanya dirumahkan dan kepesertaan BPJAMSOSTEK tidak dinonaktifkan. Sebab sangat rentan sekali jika dalam kondisi saat ini tidak mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan," katanya.

Untuk melindungi dan meringankan beban peserta dari dampak Covid-19, BPJAMSOSTEK kembali menyalurkan bantuan bagi 250 pekerja rentan di wilayah DIY. Sebanyak 100 paket dibagikan bagi buruh yang di PHK dan Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) BPJAMSOSTEK.

"Selain itu, 150 paket kami berikan untuk perempuan pekerja rumahan dan buruh gendong. Mereka selama ini tidak ada yang melindungi karena bekerja sendiri. Selama masa pandemi Covid-19 ini penghasilan mereka juga fluktuatif," kata Kabid Kepesertaan Khusus BPJAMSOSTEK Jogja Noviana Kartika.

Dijelaskan Novi, selama masa pandemi Covid-19 total paket bantuan yang disalurkan sebanyak 500 paket. Sebanyak 25 paket berasal dari Ikatan Istri Karyawan dan 100 paket hasil sumbangan sukarela Karyawan BPJAMSOSTEK Jogja. Sebanyak 500 paket lainnya bantuan dari pusat juga disalurkan kepada para pekerja terdampak Covid-19. "Selain paket sembako, kami juga menyalurkan bantuan Masker N95 bagi RSUD Jogja," katanya.