Wisata Gunungkidul Tutup, yang Berusaha Datang Tetap Banyak

Ilustrasi - Freepik
26 Mei 2020 10:57 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul memastikan seluruh objek wisata (obwis) ditutup pada libur Lebaran 1441 H. Pintu-pintu masuk di obwis dijaga ketat petugas jaga. Namun, yang berusaha mengunjungi destinasi wisata tetap banyak.

Sekretaris Dispar Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, mengatakan walaupun obwis ditutup sejak 24 Maret lalu karena pandemi Covid-19, masih banyak wisatawan yang nekat berwisata, terutama di wilayah pantai.

Sementara, di obwis non-pantai, kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat diajak menjaganya. Di wilayah pantai, Dispar juga melibatkan anggota SAR untuk menjaga di pintu retribusi. Selain itu, Dispar juga menempatkan jajarannya di Pos Pam Penyekatan Perbatasan Mudik Lebaran dengan berkoordinasi bersama jajaran kepolisian, Dishub hingga TNI.

“Jika diketahui akan berwisata akan kami suruh putar balik, sudah kami ingatkan agar tidak masuk ke obyek wisata dahulu,” kata dia.

Pokdarwis di objek wisata non-pantai seperti Geoforest Watu Payung Turunan Panggang, Desa Wisata Nglanggeran, Telaga Jonge hingga Cave Tubing Geosite Kalisuci, sepakat mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Dispar Gunungkidul.

Pengurus Pokdarwis Cave Tubing Kalisuci Suyanto memastikan tak ada kunjungan wisatawan selama libur Lebaran. "Kita juga belum berani buka, nanti dikomplain warga sekitar juga," paparnya.

Pengurus Pokdarwis Telaga Jonge, Yudhi Prasetyo, mengatakan selama masa libur Lebaran dan sebelumnya, masih banyak wisatawan yang nekat berwisata.

"Setiap hari pasti ada saja yang nekat datang, walau hanya berteduh dan nongkrong-nongkrong," paparnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh pengelola pokdwarwis Desa Wisata Nglanggeran. Bahkan, selama Ramadan ini banyak wisatawan yang nekat datang. Namun, penjagaan terus dilakukan bahkan selama 24 jam dengan cara bergantian.