Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Warga dan polisi berlarian menghindari gelombang tinggi air laut memasuki batas tanaman cemara udang id Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Kamis (28/05/2020)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Gelombang tinggi yang terjadi tiga hari terakhir mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan di sekitar pantai. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, beberapa bangunan yang kena gelombang berada terlalu dekat dengan bibir pantai.
Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana, menuturkan beberapa bangunan yang diterjang gelombang meliputi gazebo, kamar mandi, warung makan, tanggul jembatan dan talud. “Beberapa ada yang letaknya cuma 10 meter dari bibir pantai, kalau secara regulasi tidak memenuhi syarat,” ujarnya, Jumat (29/5/2020).
Ia mengatakan bangunan di wilayah pantai semestinya berjarak minimal 100 meter dari bibir pantai. Peraturan ini, kata dia, bertujuan untuk menghindarkan bangunan di sekitar pantai dari sapuan ombak saat terjadi gelombang tinggi seperti saat ini.
BPBD DIY sebenarnya sudah berencana menata bangunan di sekitar pantai. Namun karena pandemi Covid-19, sejumlah kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan penanganan Covid-19 ditunda, termasuk penataan pantai.
Penataan, kata dia, telah dimulai pada tahun lalu secara bertahap, salah satunya di Pantai Baron, Gunungkidul. “Penataan menggunakan Dana Keistimewaan. Secara bertahap, kalau lahannya sudah siap dibangun warung, parkiran dan sebagainya,” ungkapnya.
Sejumlah pantai yang terdampak gelombang tinggi meliputi Sundak, Somedang, Sepanjang, Watulawang, Indrayani, Sadranan, Sili, Krakal, Baron, dan Ngandong di Gunungkidul; Samas di Bantul; Glagah dan Bugel di Kulonprogo.
Gazebo rusak cukup banyak di Sadranan, yakni sebanyak 63 rusak berat dan 14 rusak ringan. Di Mbugel, tanggul jembatan laguna jebol, lapak pedagang rusak dan area parkir dipenuhi sampah dengan kerugian diperkirakan Rp150 juta. “Total tafsiran kerugian di semua pantai terdampak belum dilaporkan,” kata dia.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogja, Reni Kraningtyas, mengatakan gelombang tinggi terjadi pada Selasa hingga Minggu (26-31/5/2020), dengan ketinggian 2,5-5,0 meter. “Saat ini sudah mulai berangsur-angsur menurun,” ujarnya.
Gelombang tinggi disebabkan perbedaan tekanan udara signifikan di dua pusat tekanan udara tinggi di Samudera Hindia dan perairan sebelah barat Sumatera yang mengakibatkan peningkatan kecepatan angin antara 39-61 km/jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.
Singapura mengalahkan Timor Leste 2-0 dan memimpin klasemen Grup A ASEAN Hyundai Cup 2026 dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam penyidikan kasus dugaan TPPU dengan tersangka Febrie Adriansyah. Enam saksi akan dipanggil ulang.