Demi Bisa Menikah di Tengah Pandemi, Heri Jalani Karantina 14 Hari

Prosesi ijab kabul Heri Adi Tri Prasetyo, 27, bersama Sri Suryani, 27, di KUA Kapanewon Pengasih, Rabu (3/6/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
04 Juni 2020 08:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Demi bisa menikahi sang pujaan hati di tengah masa pandemi Covid-19, Heri Adi Tri Prasetyo, 27, pria asal Bojonegoro, Jawa Timur rela menjalani karantina selama 14 hari. Perjuangan tersebut berbuah manis, karena pada akhirnya ia bisa meminang Sri Suryani, 27, warga Dusun Jamus, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih menjadi istrinya.

Heri resmi menikahi Sri pada Rabu (3/6/2020), di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih. Prosesi akad nikah kedua insan tersebut berlangsung sederhana, singkat dan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19, di antaranya wajib mengenakan masker, jaga jarak, serta jumlah tamu tak lebih dari 10 orang.

"Awalnya deg-degan, apalagi pas momen pengucapan akad nikah, takut keliru, tapi Alhamdulillah, sekarang sudah lega," ujar Heri, ditemui awak media usai menjalani akad nikah di KUA Pengasih, Rabu pagi.

Perjuangaan Heri hingga bisa bersanding dengan Sri di pelaminan terbilang unik. Pasalnya sebelum diizinkan menikah, Heri harus terlebih dulu menjalani karantina selama 14 hari di Posko Karantina, Kalurahan Pengasih. Hal itu wajib ia lakukan, karena pria asal Bojonegoro yang bekerja di Solo Jawa Tengah tersebut, masuk kategori orang dalam pemantauan (OPD) Covid-19

Heri mulai menjalani isolasi pada 18 Mei 2020. Isolasi itu ia lakukan setelah kedatangannya dari Bojonegoro pada 17 Mei. Dia bercerita, berangkat dari Bojonegoro dengan mengendarai sepeda motor, pada 17 Mei sore. Ia berangkat sendiri. Keluarga di kampung halamannya, sengaja tak diajak demi menghindari penularan virus corona.

Perjalanan dari Bojonegoro ke Kulonprogo ditempuhnya selama kurang lebih delapan jam. Karena belum pernah menginjakkan kaki di Bumi Menoreh, Heri yang takut kesasar, mengandalkan aplikasi peta.

"Sampai di rumah [kediaman Sri] saya ketemu dengan pihak keluarganya, kita rembukan tentang gimana nikahnya nanti. Berdasarkan hasil kesepakatan, saya diizinkan menikah jika sudah menjalani isolasi," terangnya. Pada 1 Juni, Heri, selesai menjalani isolasi, dan akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk menikah dengan Sri.

Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Kalurahan Pengasih, Indarto membenarkan bahwa Heri telah melaksanakan karantina selama 14 hari. Selama karantina, Hari kata Indarto tetap melakukan aktivitas seperti biasa mulai dari berolahraga hingga berjemur setiap pagi untuk menjaga imunitas diri.

Indarto mengatakan kebijakan karantina oleh pihak desa ini penting untuk mengantisipasi virus corona menyebar di lingkungan warga Pengasih. Pihaknya juga melibatkan petugas medis dan Babinsa untuk melakukan pengecekan kesehatan atau sekadar mengawasi warga yang melakukan karantina.