Sultan: Jogja Tak Bisa New Normal Kalau Masyarakat Tak Disiplin

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) saat meninjau laboratorium virologi, BBTKLPP Yogyakarta di Jalan Imogiri Timur Km. 8 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
11 Juni 2020 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menanggapi penjagaan pengunjung Malioboro, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menuturkan hal tersebut memang perlu dilakukan karena masyarakat perlu dididik.

"Karena untuk disiplin itu tidak mudah. Harus selalu digaungkan. Yang berpendidikan baik saja belum tentu bisa disiplin," ujarnya.

Menurutnya, DIY belum bisa melaksanakan new normal jika masyarakat belum bisa disiplin. Selama masyarakat tidak disiplin dan tidak memahami protokol kesehatan kata dia, jika Pemerintah Daerah (Pemda) DIY hendak mengajukan permohonan new normal kepada Pemerintah Pusat pasti ditolak.

"Karena persyaratannya itu kesadaran masyarakat. Masak selamanya terus begini [pandemi], kan tidak. Semuanya tergantung masyarakat itu sendiri. Kalau keluar ya harus pakai masker, jaga jarak. Itu harus dilakukan di manapun," katanya.

Jika masyarakat tidak disiplin menurutnya gelombang Covid-19 yang baru akan muncul. Saat itu terjadi, pihaknya akan menutup Malioboro. Dalam situasi seperti itu, bukan hanya Pemda yang rugi, tapi juga masyarakat karena harus lebih lama lagi tinggal di rumah.

Ia mengungkapkan pihaknya telah mengambil kesepakatan dengan Wali kota dan Wakil Wali kota Jogja untuk tegas menerapkan protokol kesehatan di Malioboro. "Tidak pakai masker suruh pulang. Lebih baik tegas sekarang, dengan harapan kesadaran bisa muncul," ujarnya.

Kendati demikian, ia berpesan khusus bagi pesepeda, jika jarak yang ditempuh jauh, perlu hati-hati dalam memakai masker. Penggunaan masker mengurangi oksigen yang masuk ke dalam tubuh, maka ia mengingatkan untuk tidak memakai masker terus menerus.

"Kalau bersepeda tidak hanya di Malioboro, 20 atau 30 Km, jangan pakai masker terus-menerus. Nanti bisa pingsan," katanya.