Ratusan ASN Gunungkidul Tunggak BPJS, Terbesar Rp14 Juta
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Ilustrasi program padat karya/JIBI
Harianjogja.com, WONOSARI–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul memastikan program padat karya di tahun ini batal terlaksana. Pembatalan erat kaitanya dengan adanya pandemi Covid-19.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Ahsan Jihadan mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kabar berkaitan dengan padat karya di Gunungkidul. Meski demikian, ia masih menunggu surat resmi dari Pemerintah DIY berkaitan dengan pembatalan program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk padat karya di Gunungkidul.
BACA JUGA : Program Padat Karya di Bantul Ditunda
“Sudah ada rapat di tim anggaran dengan Pemerintah DIY. Hasilnya, padat karya dibatalkan tahun ini,” katanya, Rabu (1/7/2020).
Dia menjelaskan, untuk padat karya ada tiga program. Satu program pembuatan jalan ini di Kalurahan Serut, Gedangsari. Sedangkan dua titik lainnya berada di Kalurahan Umbulrejo, Ponjong. “Nanti kalau sudah ada surat resmi, kami sampaikan ke masing-masing desa,” katanya.
Disinggung mengenai penyebab pembatalan program, ia belum bisa memastikan karena kewenangan tersebut berada di Pemerintah DIY. Meski demikia, dia menduga pembatalan erat kaitannya dengan pandemi corona yang masih mewabah.
Sebelumnya, Lurah Umbulrejo, Wakimin berusaha mencari tahu kepatian dengan program padat karya di wilayahnya karena tahun ini rencananya ada dua jalan yang dibangun. Menurut dia, padat karya merupakan kegiatan dari Pemerintah DIY dan pelaksanaan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul.
BACA JUGA : Lurah Minta Kepastian Bantuan Padat Karya
Dia menjelaskan, untuk pembangunan jalan melalui padat karya sudah melakukan sosialisasi karena pengerjaan melibatkan warga setempat.
“Kami sudah lakukan sosialisasi ke masyarakat. Dimana setiap titik pengerjaan akan melibatkan 50 orang pekerja lokal,” katanya.
Menurut dia, rencananya pengerjaan padat karya dilaksanakan pada Maret lalu. Namun demikian, sambung Wakimin dikarenkan adanya pandemic corona, program belum terlaksana hingga sekarang.
“Program ini ditunggu masyarakat dan sudah banyak yang bertannya, tapi saya belum bisa memberikan penjelasan terkait dengan kepastian pengerjaan padat karya. Kalau memang ada pembatalan, segera disosialisasikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Regol Ayom di kawasan Malioboro dievaluasi setelah lansia berkursi roda kesulitan melintas. Dispar DIY menyiapkan sejumlah opsi solusi.
— Astra Motor Yogyakarta selaku Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Yogyakarta, Kedu, dan Banyumas kembali menggandeng coffee shop lokal Space Roastery
Puan Maharani meminta wacana penggabungan BMKG dan Badan Geologi dikaji lebih dulu agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bandara Wunopito di Lewoleba ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok hingga 9 September 2026.
Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi Astra Motor Yogyakarta untuk memberikan apresiasi kepada konsumen setia sepeda motor Honda