4 Siswa Sekolah Polisi Mantan Pasien Covid-19 di DIY Donorkan Plasma Darah untuk Terapi Pasien Corona Berat

Siswa SPN Selopamioro Polda DIY yang telah sembuh dari Covid-19 mendonorkan plasma darahnya ke RSUP dr. Sardjito untuk terapi plasma konvalesen bagi pasien positif Covid-19 kategori sedang, berat, dan kritis, pada Rabu (8/7/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
08 Juli 2020 15:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Empat siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro Polda DIY mendonorkan plasma darahnya untuk uji klinis terapi plasma konvalesen di RSUP dr. Sardjito. Keempat siswa itu adalah mantan pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

RSUP dr. Sardjito beberapa waktu terakhir mengembangkan terapi plasma darah atau plasma konvalesen. Terapi ini menjadi salah satu opsi dalam penyembuhan pasien Covid-19 karena sejauh ini memang belum ada obat spesifik untuk Covid-19.

BACA JUGA: Bernama Unik, Dita Leni Ravia Tak Pernah Menyesal dengan Nama Pemberian Orang Tuanya

Wakapolda DIY Kombes Pol. Raden Slamet Santoso mengatakan ada empat siswa SPN Selopamioro yang sudah sembuh dari Covid-19 dan mendonorkan plasma darahnya ke RSUP dr. Sardjito pada Rabu (8/7/2020). Mereka sudah sudah menjalani isolasi mandiri setelah sembuh selama 14 hari sebelum melakukan donor ini.

“Pengambilan plasma darah ini untuk memberikan kekebalan kepada pasien Covid-19. Masyarakat jangan sampai menjauhi keluarga yang terkena Covid-19. Karena penyakit ini bukan aib, masih bisa disembuhkan. Salah satu contohnya yaitu hari ini kita donorkan plasma darah dari mantan penderita,” kata Slamet.

BACA JUGA: Tol Solo-Jogja-Bawen Jalan Terus, Begini Perkembangan Terbarunya

Salah satu pendonor plasma konvalesen, Agung Untoro mengatakan kesempatan ini menjadi penghormatan baginya karena ia bisa bermanfaat untuk orang lain. "Ini kado untuk HUT Bhayangkara. Covid-19 jangan ditakuti, keluarga yang terpapar jangan dijauhi, justru diberi dukungan. Kita harus waspada agar jangan terpapar," kata dia.

Sementara itu, Kepala Unit Instalasi Transfusi Darah RSUP dr. Sardjito,Teguh Triyono, mengatakan keempat anggota Polri ini menambah deretan pendonor plasma konvalesen menjadi sembilan orang. Dari satu donor plasma ini terkumpul 400 ml yang bisa digunakan untuk satu pasien. "Bisa untuk terapi pasien Covid dengan klasifikasi sedang, berat, dan kritis," kata dia.

BACA JUGA: Kabar Baik, Jaringan Bioskop Indonesia Siap Buka 29 Juli

Ia menjelaskan donor plasma ini masih dalam pengujian terkait seberapa efektif menyembuhkan gejala Covid-19. Namun, selama diterapkan pada pasien Covid-19, terapi ini bisa meringankan gejala klinis dan mempercepat masa perawatan. "Prinsip dasar terapi ini mendasarkan pada kandungan antibodi pada orang yang sembuh lalu plasma darahnya diberikan kepada pasien positif," ujarnya.

Berbeda dengan donor darah pada umumnya, donor plasma konvalesen ini tidak mengambil darah pendonor secara keseluruhan, tetapi hanya mengambil bagian plasma darahnya sehingga menggunakan metode donor apheresis. Dalam satu siklus, darah pendonor akan diambil dan dipisahkan antara plasma darah dan sel darahnya. Plasmanya akan ditampung dalam kantong tertentu, kemudian sel darahnya akan dikembalikan ke tubuh pendonor.

BACA JUGA: Penjelasan Wakil Wali Kota Jogja Terkait Perwal Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

“Waktu yang digunakan lebih lama mulai 45 menit sampai satu jam tergantung kelancaran pembuluh darah masing-masing orang. Selain itu karena volume darah yang diambil lebih besar yaitu sebanyak 400 ml,” ujar dia.

Setelah mendonorkan 400 ml plasma darahnya hari ini, keempat pendonor itu masih bisa mendonorkan plasma darahnya dalam jangka waktu 14 hari mendatang.

Teguh menuturkan syarat pendornor plasma darah seperti pendonor darah biasa. Namun, ada syarat khusus, yaitu sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari setelah dinyatakan sembuh, serta dinyatakan negatif setelah menjalani PCR test ulang setelah isolasi. "Donor itu juga harus memiliki kandungan antibodi yang cukup. Seseorang setelah sembuh dari Covid ini tidak memiliki kandungan antibodi yang sama satu sama lain," kata dia.