Ada Wisatawan Pingsan, Satgas Mandiri Kedut Pedut Langsung Bertindak

Tim penanganan Covid-19 Kedung Pedut saat mengevakuasi wisatawan dalam simulasi evakuasi dan uji coba pembukaan wisata secara terbatas di Kedung Pedut, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Senin (13/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
13 Juli 2020 22:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengelola objek wisata Kedung Pedut, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, menggelar simulasi evakuasi wisatawan, Senin (13/7/2020). Pengunjung yang menunjukkan gejala Covid-19, seperti lemas, sesak napas dan demam tinggi, ditangani oleh tim khusus yang dibentuk pengelola.

Simulasi ini digelar saat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo memverifikasi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kedung Pedut. Sebelum verifikasi rampung, empat orang dengan alat pelindung diri (APD) lengkap berlarian menuju area wisata. Mereka berupaya menolong seorang wisatawan yang digambarkan sakit dan nyaris pingsan. Pengunjung pria itu kemudian digotong dengan menggunakan tandu menuju tempat isolasi yang bertempat di sebuah bangunan di depan pintu masuk wisata.

"Simulasi ini merupakan bagian dari kesiapan kami dalam menyambut uji coba terbatas pembukaan objek wisata. Kami sudah siapkan tim penanganan Covid-19 mandiri yang bertugas mengevakuasi wisatawan yang menunjukkan gejala sakit saat berada di area wisata," ujar Yuhono, pengelola obwis Kedung Pedut seusai simulasi, Senin.

Selain menyiapkan tim penanganan Covid-19, pengelola Kedung Pedut juga memberlakukan protokol kesehatan pencegahan virus Corona. Tempat cuci tangan terlihat di sejumlah titik, seperti di pintu masuk, loket dan di sejumlah spot foto.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di kolam alami Kedung Pedut, pengelola secara berkala menjernihkan air menggunakan cairan kimia. "Tiap satu jam sekali kami bersihkan. Kami ingin pastikan wisatawan aman dari penularan virus," ujarnya.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana, mengapresiasi pengelola Kedung Pedut yang memiliki tim penanganan Covid-19. Namun ia mengingatkan agar pengelola tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanggulangan Corona Kulonprogo. "Harus tetap bersinergi. Mereka mungkin hanya evakuasi sampai tempat isolasi, kemudian segera lapor ke gugus tugas untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Terkait dengan sarana penunjang protokol kesehatan, Fajar menilai di Kedung Pedut sudah cukup lengkap. Meski demikian, dia memberi catatan tentang perlunya penambahan tempat cuci tangan di spot wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kulonprogo, Nining Kunwantari, mengatakan jajarannya segera mengevaluasi penerapan protokol kesehatan di Kedung Pedut dan objek wisata lain di Kulonprogo yang telah menggelar simulasi. Jika ada sarana dan prasarana yang kurang, segera diinformasikan kepada pengelola agar ditambah. "Simulasi merupakan tahapan yang harus dilalui oleh obwis untuk bisa mengikuti uji coba terbatas di masa pandemi," kata Nining.

Dispar kata Nining akan memantau pelaksanaan uji coba terbatas yang rencananya akan dilangsungkan pada bulan ini. "Uji coba pembukaan wisata secara terbatas dijadwalkan bisa berlangsung Juli. Tapi kami tunggu perkembangan provinsi [Pemda DIY]," ujarnya.