Advertisement
Candi Prambanan Masih Sepi, Wisatawan Bebas Selfie

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Obyek wisata Candi Prambanan sudah dua minggu lebih diberlakukan masa uji coba operasional sejak 1 Juli lalu. Namun, kunjungan wisata masih sepi. Tingkat kunjungan yang belum ramai ini menimbulkan respon yang beragam oleh pengunjung.
Vidya, 21, seorang mahasiswa dari salah satu kampus di Sleman menuturkan kondisi Candi Prambanan yang sepi justru menguntungkannya. Jika biasanya ia harus berebut spot foto dengan pengunjung lain, maka kali ini ia bisa bebas ambil swafoto sesuka hati.
Advertisement
"Aku lebih nyaman kalau sepi begini. Kalau mau foto, bebas aja gitu. Biasanya kalau nyari foto sebisa mungkin nggak 'bocor', kalau sekarang enggak karena sepi," kata perempuan asal Semarang ini begitu keluar dari kawasan pelataran Candi Prambanan, Sabtu (18/7/2020).
Baca juga: Jatuh dari Lantai 2 Pasar Beringharjo, Seorang ODGJ Patah Tulang
Sebelumnya, ia pernah mengunjungi candi ini beberapa waktu lalu saat kondisi normal. Kali ini ia kembali mengunjunginya bersama kedua orang tua dengan mobil pribadi sebelum kembali dari Jogja ke Semarang.
Perbedaan suasana sangat dirasakannya kali ini. Jika biasanya kepadatan wisatawan memenuhi pelataran candi, kali ini pengunjung jauh lebih sepi.
Tak hanya itu, penerapan protokol kesehatan juga diberlakukan untuk mencegah penularan Covid-19, mulai dari pengecekan suhu, penempelan stiker bagi pengunjung yang lolos cek suhu, cuci tangan dengan sabun, dan penyemprotan cairan aseptik ke tubuh wisatawan.
Dalam pantauan Harian Jogja pada Sabtu, petugas di pintu masuk sudah tertib melakukan protokol tersebut. Mereka juga terus mengingatkan pengunjung untuk mengenakan masker dengan benar dan senantiasa menjaga jarak.
Baca juga: Pesepeda Ambruk dan Meninggal di Underpass YIA
Jika ada pengunjung yang kedapatan memiliki suhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius, pengunjung itu akan diminta beristirahat di kursi yang disediakan. Sebab, tingginya suhu tubuh seringkali disebabkan oleh cuaca dan bisa segera mereda. Namun, jika setelah dicek ulang beberapa kali suhu tubuhnya masih tinggi, petugas tidak memperkenankan masuk area wisata.
Vidya menuturkan bahwa penerapan protokol di Candi Prambanan tidak lantas membuatnya kerepotan, melainkan memberi rasa aman padanya. Jalur pengunjung untuk masuk dan keluar juga dibedakan sehingga menjaga wisatawan tidak berpapasan.
"Bedanya dulu bisa naik sampai dalam candi, sekarang nggak bisa. Walaupun bisa juga pakai nametag, tapi meskipun mungkin nametag itu udah didisinfektan, aku masih waswas," ungkapnya.
Lain halnya dengan Thamrin, 60, perempuan asal Jakarta yang sengaja datang ke Jogja untuk liburan bersama suaminya dengan mobil pribadi. Suasana sepi justru membuatnya kurang merasakan suasana liburan.
"Udah sering beberapa kali kesini, ini jauh lebih sepi ya. Kayaknya kalau agak ramean lebih enak, kalau sepi begini kurang [terasa liburan]. Meskipun buat orang tua enak begini," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Waspada Penipuan! Jangan Tergiur Penawaran Haji Tanpa Visa Resmi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pungutan Liar oleh Petugas Rutan Kelas II A Jogja, Kepala Kanwil Ditjenpas DIY: Pelaku Ditindak Tegas
- Libur Panjang, Okupansi Hotel di Bantul Mencapai hingga 100 Persen
- Baciro Kini Jadi Kelurahan Hijau di Jogja karena Berhasil Mengelola Sampah dengan Baik
- Ratusan Remaja Diusulkan Dinsos Bantul untuk Masuk Sekolah Rakyat Setingkat SMA
- Long Weekend Waisak, Jumlah Wisatawan di Bantul Meningkat Hampir Dua Kali Lipat
Advertisement