Indekos Banyak yang Kosong Akibat Corona, Pemilik Rugi Puluhan Juta

Ilustrasi rupiah - Reuters
03 Agustus 2020 06:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Bisnis indekos di Sleman hingga kini masih belum menunjukkan tanda peningkatan. Selama pandemi Covid-19, hunian indekos menurun drastis. Pemilik indekos merugi dari belasan juta hingga puluhan juta.

Bayuk, salah seorang pengelola indekos eksklusif di Sanggrahan, Condongcatur, Depok, Sleman mengatakan hingg Juli ini dari 10 indekos yang ditawarkan baru terisi satu hunian. Dengan beragam fasilitas seperti free wifi, kamar mandi dalam dan bebas iuran sampah, kos eksklusif ini bertarif Rp1,5 juta per bulan.

"Tapi karena situasi dan kondisi Covid-19 ini, belum banyak yang indekos. Ini jadi kendala utamanya," katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (2/8/2020).

BACA JUGA : Mulia, Mahasiswa Jogja Terdampak Corona, Bapak Kos Ini

Hingga kini, dia belum bisa memastikan kerugian selama pandemi Covid-19. Namun jika dirata-rata dari Maret hingga Juni tidak ada kos yang dihuni, kerugian bisa mencapai puluhan juta. "Kami tetap menerapkan protokol kesehatan. Setahu saya belum ada bantuan khusus untuk indekos," katanya.

Berbeda dengannya, Sukarya pemilik indekos putri Griya Alesa di Condongcatur, Depok, Sleman. Ia mengaku saat ini dari 12 kamar sudah tersisa satu kamar yang belum dihuni. Sementara kamar lainnya sudah dihuni dengan sistem pembayaran yang disepakati.

"Ada yang per bulan ada yang per tahun, tergantung penghuni," katanya.

Normalnya, kata Sukarya, tarif yang dibebankan kepada penghuni Rp500.000 per bulan. Hanya saja karena pandemi Covid-19, dia memberikan diskon hingga 20% untuk membantu meringankan beban penghuni. "Selain berstatus pelajar, penghuni indekos ini juga berasal dari pekerja dan mahasiswi. Mereka kebanyakan penghuni baru," katanya.

BACA JUGA : Lebih dari 60.000 Mahasiswa Saat Ini Memilih Meninggalkan 

Sukarya mengatakan sejak Maret-Juni, hanya empat indekos yang dihuni. Sementara delapan indekos lainnya dikosongkan karena ditinggal penghuninya yang pulang kampung. Akibatnya, kerugian yang ditanggung sekitar belasan juta rupiah.

"Saat ini, kami berlakukan protokol kesehatan," katanya.

Salah satu protokol kesehatan yang diterapkan adalah larangan menerima tamu yang berasal dari luar daerah. Terutama dari daerah zona merah. Aturan tersebut diterapkan untuk memotong mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Aturan ini sudah saya sampaikan sejak awal. Saya sendiri ikut mengawasi karena lokasi indekos hanya di sebelah rumah," kata Sukarya.