7 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara, 2 Meninggal Dunia & 5 Dalam Pencarian

Sejumlah personil Tim SAR melakukan pemantauan untuk mencari wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Goa Cemara, Kamis (6/8/2020). - Harian Jogja/Jumali.
06 Agustus 2020 12:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak tujuh wisatawan di Pantai Goa Cemara, Sanden Bantul, Kamis (6/8/2020) pagi terseret ombak. Dua di antaranya berhasil diselamatkan sebelum akhirnya meninggal, sedangkan lima lainnya dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Informasi yang dihimpun Harianjogja.com di lokasi kejadian, awalnya lima wisatawan asal Tempel, Sleman ini bermain bola di pinggir pantai.  Tepat pukul 09.30 WIB, datang ombak tinggi menerjang dan menyeret mereka ke tengah laut. Dua rekan mereka berusaha menolong, namun justru ikut terseret. Petugas dari tim SAR yang berjaga berusaha untuk menyelamatkan mereka.

Tetapi, hanya ada dua korban yang berhasil diselamatkan dan dilarikan ke pinggir sungai.  Keduanya, kemudian dilarikan ke puskesmas Sanden sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan. Kedua korban tersebut adalah Uli Nur Rohmi, 28, warga Cemoro, Tempel, Sleman dan Ahmad Nur Fauzi, 30, warga Ngentak, Tempel, Sleman.  

BACA JUGA : Ratusan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Goa Cemara 

Adapun lima orang masih dalam pencarian, yakni Joko Widodo, 30, warga Cemoro, Tempel, Sleman. Moh Zafir Alfarizi, 8, warga Cemoro, Tempel, Sleman, M Rizky Romadhon, 7, warga Cemoro, Tempel, Sleman, Ahmad Chairul Fatah, 4, warga Cemoro, Tempel, Sleman, Muhammad Zidane Abdori, 8, Ngentak, Tempel, Sleman.

Kapolsek Sanden AKP Tukirin mengatakan, sebelumnya petugas telah mengimbau agar tidak bermain bola di pinggir pantai. Namun, mereka tetap bermain, sebelum akhirnya disapu ombak laut.

“Saat ini, pencarian masih terus dilakukan. Selain tim SAR, Polairud dan Basarnas,” katanya.

BACA JUGA : Penutupan Objek Wisata di Bantul Diperpanjang sampai 30 

Koordinator Sarsatlinmas Wilayah IV Dwi Rias Pamuji mengatakan, saat ini pencarian korban dilakukan di dengan menyisir pantai arah ke timur dan barat sepanjang 2 kilometer.  “Nanti kami juga lihat gelombang laut, apakah mungkin nantinya gunakan kapal atau perahu untuk melakukan pencarian,” ucapnya.