Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-Penambahan kasus positif DIY Kembali menurun. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan empat penambahan kasus positif pada Selasa (11/8/2020). Keempatnya merupakan pelaku perjalanan luar daerah. Sementara 16 kasus dinyatakan sembuh.
Juru Bicara Pemerintah Daerah DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus meliputi Kasus 882, perempuan 28 tahun, Gunungkidul; Kasus 883, perempuan 52 tahun, Sleman; Kasus 884, perempuan 26 tahun, Bantul; Kasus 885, laki-laki 55 tahun, Sleman.
BACA JUGA: Manaker Ida Fauziah Jelaskan Alasan Penerima Bantuan Rp 600.000 Harus Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan
“Kassus 882 pelaku perjalanan Jakarta, Kasus 883 pelaku perjalanan Palembang, Kasus 884 pelaku perjalanan Jakarta dan Kasus 885 pelaku perjalanan Palembang. Laporan ini berdasarkan pemeriksaan pada 632 sampel dari 533 orang,” ujarnya.
Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Sleman 7 kasus, Bantul 6 kasus, Gunungkidul 2 kasus dan Kota Jogja 1 kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 880 kasus, dengan 609 kasus telah sembuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
Sleman menyiapkan sanksi tegas bagi pelajar yang terbukti terlibat kejahatan jalanan, namun hak pendidikan tetap dijamin.
BPBD Kota Jogja mengingatkan warga memahami tingkatan sirine EWS agar tahu kapan harus waspada, bersiap, hingga melakukan evakuasi.