STIKOM Yogyakarta Siap Adaptasi Kuliah Daring Selama Pandemi

Kampus STIKOM Yogyakarta, Rabu (12/8/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
12 Agustus 2020 18:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANSekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Yogyakarta siap beradaptasi dalam perkuliahan selama pandemi ini. Meskipun ada kebijakan peniadaan kuliah tatap muka, STIKOM Yogyakarta akan mengoptimalkan kuliah daring.

Ketua STIKOM Yogyakarta Sumantri Raharjo menuturkan saat ini STIKOM Yogyakarta masih tahapan penerimaan mahasiswa baru. Tahapan ini baru akan berakhir pada September mendatang kemudian berlanjut dengan semester baru.

Berkaitan dengan kasus Covod-19 di DIY yang masih terus bertambah, pihaknya menetapkan perkuliahan daring akan dilanjutkan sampai November. Meski begitu, lantaran berdiri sebagai kampus vokasi, STIKOM Yogyakarta perlu beradaptasi dengan pandemi ini terutama untuk perkuliahan praktikum.

"Sebagai sekolah tinggi yang fokus pada Ilmu Komunikasi, hal itu cukup membantu kami karena tidak ada kendala perkuliahan daring. Ada juga dosen yang menyiapkan materi lewat podcast untuk kuliah, sehingga ada variasi," kata Mantri ketika ditemui Harian Jogja, Rabu (12/8/2020).

Kampus yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto, Caturtunggal, Depok, Sleman ini saat ini memiliki 200 mahasiswa yang tersebar pada empat program studi, antara lain S1 Ilmu Komunikasi, D3 Broadcasting, D3 Advertising, dan D3 Public Relations.

Sebagai sekolah vokasi, Mantri mengakui ada sejumlah mata kuliah yang harus diadaptasi untuk dijalankan secara daring selama pandemi ini, seperti praktik penyiaran, produksi iklan, dan sebagainya.

"Sejauh ini kalau bisa dilakukan secara daring misalnya mahasiswa punya prasarananya masing-masing, seperti membuat iklan digital, itu masih bisa dijalankan secara jarak jauh. Tapi kalau harus syuting di outdoor, kami upayakan untuk dilakukan di kampus saja," kata dia.

Lantaran terpaksa harus daring, kampus juga memberikan subsidi perkuliahan berupa kuota internet sebesar Rp50.000 setiap bulannya. Kondisi ekonomi mahasiswa yang berbagai rupa dan tak jarang terdampak pandemi membuat kampus turut memberikan bantuan kuota untuk perkuliahan.

Mantri optimis meskipun perkuliahan dilakukan di tengah keterbatasan, tenaga pendidik dan mahasiswanya bisa berinovasi untuk belajar secara kreatif menggunakan teknologi. "Memang harus adaptif," kata dia.

Untuk proses magang pun kampus ini tengah mempersiapkan mekanismenya. Sejauh ini, pihaknya tidak menemui kendala untuk program magang lantaran bisa dilakukan secara jarak jauh dan menaati protokol kesehatan.

"Kami kerja sama dengan industri seperti penyiaran dan beberapa badan terkait praktik kehumasan. Kami siapkan mahasiswa supaya bisa langsung terjun ke dunia kerja," katanya.