Rumah Sakit Ini Dilengkapi Gedung Rawat Inap dengan Fasilitas Homestay

Bangsal Nakula Sadewa RS Mata Dr YAP yang didesain seperti rumah tinggal. - Ist/Dr Yap.
26 Agustus 2020 06:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Sakit Mata Dr YAP secara resmi mengoperasikan bangsa Nakula Sadewa pada Selasa (25/8/2020). Uniknya fasilitas bangsal ini dikonsep seperti homestay atau rumah tinggal dengan tujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pasien.

Ketua Umum Yayasan Dr Yap Prawirohusodo GBPH Prabukusumo menjelaskan pembukaan bangsal baru tersebut merupakan hasil renovasi dari bangunan lama. Namun dikonsep berbeda dengan memberikan fasilitas bangsal seperti rumah sebagai tempat tinggal. Tujuannya agar pasien tidak merasakan seperti berada di rumah sakit selama menjalani perawatan.

BACA JUGA : Rumah Sakit Ini Disiapkan Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19

“Memang sengaja kami setting seperti rumah supaya pasien tidak merasa seperti di rumah sakit, yang jaga pun demikian disediakan tempat memanjang agar bisa tiduran saat menunggu. Agar lebih nyaman. Tarifnya bervariasi, kalau pasien keberatan bisa mengajukan permohonan akan kami bantu semampu kami,” katanya Selasa (25/8/2020).

Plt Direktur Utama RS Mata Dr Yap Alida Lienawati menambahkan, bangsal rawat inap dengan konsep seperti rumah tinggal tersebut tersedia sebanyak 45 bed. Terbagi dalam beberapa kelas antara lain kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan VIP. Selain itu ada ruang VVIP dan suite room masing-masing satu ruangan.

“Inovasi bangsal seperti rumah tinggal ini untuk memberikan rasa nyaman bagi pasien. Kami berupaya meningkatkan layanan kepada pasien umum maupun BPJS,” katanya.

BACA JUGA : Desain Rumah Sakit harus Sejalan Perkembangan Teknologi

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengapresiasi inovasi yang dilakukan RS Mata Dr YAP dengan pembukaan bangsal berkonsep rumah tersebut. Ia berharap kerja sama dengan BPJS terus dilaksanakan dengan saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing.

“Bahwa kita [DIY] ini luar bisa [besarnya] dengan penyakit katastropiknya [penyakit berbiaya tinggi], salah satu dampak penyakit katastropik adalah kasus berkaitan dengan kesehatan mata. Kami mengapresiasi atas inovasi ini, kami berharap pelayanan yang diberikan dapat terus meningkat baik secara kuantitas dan kualitas,” katanya.

Pembajun mengingatkan di masa pandemi ini agar rumah sakit tetap melindungi hak tenaga kesehatan. Mengingat kondisi di masyarakat saat ini banyak orang tanpa gejala (OTG) atau asimptomatik, sehingga harus membuat semua pihak menjaga diri. “Karena belakangan ini DIY cukup banyak nakes yang positif Covid-19,” ujarnya.