Punya 7 Potensi, Kelurahan Wirogunan Jadi Pilot Project Gandeng-Gendong

Salah satu potensi Kampung di Kelurahan Wirogunan. - Ist/dok
04 September 2020 09:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Dari 45 kelurahan si Kota Jogja, Kelurahan Wirogunan, Kec. Mergangsan, menjadi salah satu dari tiga kelurahan yang ditunjuk sebagai pilot project implementasi program Gandeng-Gendong bersama Kelurahan Gedongkiwo dan Kelurahan Karangwaru. Implementasi program Gandeng-Gendong dengan melibatkan 5 K, yaitu Kota, Korporasi, Kampus, Kampung dan Komunitas.

Bukan tanpa sebab Wirogunan dipilih. Kepala LPMK Wirogunan, Abdul Razaq mengatakan ada tujuh potensi dari tujuh kampung di Kelurahan Wirogunan. "Kampung Bintaran sebagai Kampung Heritage, Kampung Surakarsan sebagai Kampung Hijau, Kampung Wirogunan sebagai Kampung Kuliner, Kampung Joyonegaran sebagai Kampung UKM dan Handcraft, Kampung nyutran sebagai Kampung Seni Budaya, Kampung Mergangsan Lor sebagai Kampung Ramah Anak, dan Kampung Mergangsan Kidul sebagai Kampung Pendidikan," terang Razaq.

Baca juga: Kombes Pol Purwadi Tinggalkan Kasus di Batam, JPW Minta Mutasi Kapolresta Jogja Dievaluasi

Razaq menceritakan bahwa konsep kampung heritage didasarkan kekayan ra ragam bangunan bersejarah yang ada di Bintaran. Salah satu ikon dari kampung tersebut diantaranya gereja dan beberapa bangunan lama serta tempat tinggal keluarga Sultan Hamengkubuwono X. "Bangunan-bangunan yang punya nilai sejarah, Bintaran Tengah ada beberapa bangunan," jelasnya.

Dijelaskan Razaq bahwa Kampung Bintaran akan menjadi prioritas pengembangan dalam pilot project Gandeng-Gendong tahun ini. "Memang pilot project ini tidak bisa semua langsung digarap, mesti ada kampung yang menjadi prioritas implementasi Gandeng-Gendong, hasil Musrembang dipilih yang menjadi prioritas kampung pertama kali yakni kampung Bintaran," terangnya.

Sementara itu Kampung Surakarsan yang diplot sebagai kampung hijau memiliki keunggulan dalam segi lingkungan. "Ada lorong hijau, ada beberapa sayuran di sana, kita terus dorong," ujarnya. Di bagian Selatan Surakarsan ada Kampung Mergangsan Lor. "Itu Kampung Ramah Anak, di sana ada area publik, semua sarana ramah anak dan disabilitas," tambahnya.

Baca juga: SEWINDU UUK DIY: Jogja Istimewa karena Orang & Budayanya

Potensi tak kalah menarik dimulai kampung, lainnya. Mergangsan Kidul yang menjadi kampung pendidikan memiliki lembaga pendidikan seperti kampus, TK, hingga relawan mengajar. "Harapannya nuansa pendiam timbul di Mergangsan Kidul," tuturnya. Diharapkan akan tercipta kolaborasi pendidikan di Kampung tersebut.

Selanjutnya ada Kampung Nyitran sayang kaya akan potensi seni dan budaya. Razaq menjelaskan di sana terdapat pecinta keris, ada kesenian gejog lesung, ada karawitan ada dalang, dan lain sebagainya. "Kemudian banyak pecinta seni di situ khususnya di RW 7, di situ juga karena ada brigada Nyutra," ungkapnya. Masih berkaitan dengan kesenian. Kampung Joyonegaran menjadi salah satu sentra batik, dari mulai ada jumputan, lurik, dan juga handycraft. "Sehingga disitu banyak UKM," terusnya.

Kampung Wirogunan dituturkan Razaq akan ambil bagian dari kampung kuliner. Hak itu didasari banyaknya usaha potensi kuliner di sana. "Sehingga yang jelas itu, dalam situasi Covid-19 ada peningkatan ekonomi di masyarakat, kebangkitan ekonomi sehingga digali potensi yang ada sehingga dirasakan masyarakat, dampaknya ekonomi, ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, potensi yang ada kita maksimal kan," ucapnya.

Kepala DPMPPA Kota Jogja, Edi Muhammad menerangkan bahwa Gandeng-Gendong menyasar semua sektor sesuai dengan potensi di masing masing wilayah. "Implementasi gerakan Gandeng-Gendong di wilayah tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun sinergitas pembangunan di wilayah yang melibatkan Korporasi, Komunitas, Kampung, dan Kampus," tukasnya.