Kejari Gunungkidul Simulasikan Penanganan Kebakaran di Lingkungan Kerja

Petugas UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul saat memberikan pelatihan pemadaman kebakaran kepada pegawai di lingkup Kejari Gunungkidul, Rabu (9/9/2020). - Ist/ Dok Kejari Gunungkidul
09 September 2020 22:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kejaksaan Negeri Gunungkidul bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran melaksanakan simulasi dan antisipasi kebakaran di lingkungan kerja, Rabu (9/9/2020). Simulasi dilakukan sebagai kesiapsiagaan terhadap mitigasi bencana, salah satunya berkaitan dengan kebakaran gedung.

Kepala Kejari Gunungkidul, Koswara mengatakan mitigasi ini sebagai langkah antisipasi. Terlebih lagi, beberapa waktu lalu gedung Kejaksaan Agung sempat mengalami kebakaran hebat. Oleh karenanya, dengan simulasi ini diharapkan seluruh karyawan bisa memahami bagaimana mengatasi pada saat terjadi kebakaran sehingga kerugian bisa ditekan sekecil mungkin.

Baca juga: Ratusan Pelanggar Protokol Kesehatan di Tugu & Malioboro Disuruh Menyapu Jalan Selama 15 Menit

“Semua pegawai dan karyawan mengikuti dengan antusias simulasi ini,” katanya kepada wartawan, Rabu.

Koswara menjelaskan, potensi adanya kebakaran bisa terjadi kapan saja. Terlebih lagi pada saat kemarau ancaman bertambah besar sehingga harus dilakukan antisipasi. “Selain upaya sosialisasi pencegahan, kami juga berupaya rutin melakukan pengecekan mekanikal elektrik di gedung kejari,” katanya.

Petugas Damkar dari UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Tugiyono mengatakan, potensi kebakaran harus diantisipasi. Menurut dia, salah satu upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi terhadap mitigasi kebencanaan tentang bahaya kebakaran. “Sosialisasi dan simulasi kali ini dilakukan di instansi Kejari Gunungkidul,” kata Tugiyono.

Baca juga: Mulai Besok Pelanggar Protokol Kesehatan di Sleman Didenda Rp100.000

Menurut dia, di dalam kegiatan yang diikuti seluruh jajaran pegawai ini diawali dengan sosialiasi tentang penangana masalah kebakaran. Tugiyono menjelaskan, para pegawai diberikan pemahaman bagaimana tindakan pertama pada saat terjadi kebakaran. Setelah pemberian materi berkaitan dengan mitigasi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi.

Tugiyono menuturkan, simulasi sangat penting karena sebagai bentuk dari praktik didalam penanangan bencana kebakaran. Salah satunya bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimaan tata cara memadamkan api.

“Pemadaman tidak bisa dilakukan sembarangan karena ada tekniknya bagaimana mengatasi dan memadamkan api dengan benar,” katanya.

Dia pun berharap kepada masyarakat untuk mewaspadai bahaya kebakaran sehingga tidak menjadi korban. “Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kebakaran. Selain faktor kelalaian manusia, juga ada disebabkan karena kerusakan instalasi listrik,” katanya.