Advertisement

Kota Jogja Tunda Penerimaan Kunker Instansi dari Daerah Zona Merah Covid-19

Hafit Yudi Suprobo
Senin, 14 September 2020 - 08:57 WIB
Sunartono
Kota Jogja Tunda Penerimaan Kunker Instansi dari Daerah Zona Merah Covid-19 Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja meminta agar kunjungan kerja (kunker) dari instansi lain di luar Jogja khususnya yang berasal dari wilayah zona merah Covid-19 agar ditunda terlebih dahulu. Mengingat Pemkot Jogja tengah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang berasal dari orang tanpa gejala (OTG).

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan sementara wilayah kota Jogja tidak menerima kunjungan kerja dari sejumlah instansi maupun lembaga yang berasal dari zona merah kasus Covid-19 atau zona yang mengalami pertumbuhan kasus Covid-19 cenderung tinggi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Kalasan Masuk Zona Merah Covid-19 di Sleman 

"Sehingga kami harus tunda kunjungan kerja ini, karena saya kira masih banyak kunjungan kerja yang menyasar wilayah kota Jogja. Di pekan ini kami mencoba menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat seperti yang dulu dilakukan saat awal pandemi," ujar Heroe, Jumat (11/9/2020).

Ketika disinggung mengenai gelombang arus balik warga Jogja yang ada di wilayah DKI Jakarta menyusul bakal diterapkannya PSBB secara ketat di ibu kota negara pada 14 September mendatang, Heroe menyebutkan jika gugus tugas penanganan Covid-19 tetap meminta agar warga Jogja yang kembali membawa surat bebas Covid-19, seperti hasil rapid test atau swab test.

"Selama ini kan sebenarnya aturannya seperti itu [pemudik membawa rapid test atau swab test]. Namun, kan sekarang sudah kendor itu protokol pencegahan penularan Covid-19," sambung Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja ini.

BACA JUGA : Ini data Lengkap & Terbaru Zona Merah Corona di Indonesia 

Pihaknya mau tidak mau harus menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 seperti saat awal pandemi Covid-19 pada Maret lalu. Mengingat, terjadi pertambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Jogja dan di kota-kota besar lainnya.

"Protokol pencegahan penularan Covid-19 yang lama harus diterapkan. Warga yang kembali sebelum PSBB diharapkan melaksanakan isolasi mandiri secara sungguh-sungguh. Entah itu warga yang kembali untuk urusan kerja maupun mereka yang mengunjungi keluarganya yang ada di Jogja," ujar Heroe.

Kasus Covid-19 yang berasal dari OTG sedang menjadi perhatian Pemkot Jogja. Berbeda dengan penanganan kasus Covid-19 saat awal-awal pandemi Covid-19 yang berasal dari pasien bergejala.

BACA JUGA : 3 Kecamatan di Sleman Masuk Zona Merah Corona, Butuh

"Karena sebaran kasus Covid-19 saat ini banyak yang berasal dari OTG. Kalau di awal-awal kan yang banyak kita antisipasi itu kan pasien bergejala. La ini yang datang banyak yang tidak bergejala," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Rekor Pertumbuhan Ekonomi Jokowi Belum Mampu Saingi Era SBY, Ini Datanya!

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement