Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Sleman Terisi 50 Persen

Ilustrasi. - Antarafoto/Aswaddy Hamid
15 September 2020 13:27 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo memastikan saat ini penggunaan tempat tidur di Kabupaten Sleman masih mencukupi selama pandemi Covid-19 di wilayah ini tidak mengalami lonjakan kasus yang luar biasa.

"Ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit sampai saat ini baru terpakai 50 persen. Sementara, ruang isolasi di Asrama Haji baru terpakai 30 persen," kata Joko ketika ditemui wartawan pada Senin (14/9/2020).

BACA JUGA : Ini Data Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Corona di Bantul

Menurutnya, di Sleman ada 25 rumah sakit rujukan Covid-19 dengan 160 tempat tidur. Dari jumlah itu, 21 di antaranya tergolong tempat tidur untuk pasien kritis atau critical bed.

Sampai saat ini, akumulasi kasus di Sleman berjumlah 695 kasus positif Covid-19 dengan 481 kasus sembuh dan 15 meninggal dunia. Disinggung soal adanya rencana rumah sakit lapangan, Joko menyatakan tidak ada rencana tersebut.

"Kami nggak ada rencana rumah sakit lapangan, kami optimalkan dan berdayakan rumah sakit yang ada di Kabupaten Sleman. Untuk rumah sakit lapangan nggak ada, hanya saja kami punya fasilitas darurat yaitu Asrama Haji itu," imbuhnya.

BACA JUGA : Pasien Membeludak, Kapasitas Ruang Isolasi di Rumah Sakit

Sedangkan di Asrama Haji Yogyakarta masih tersedia banyak ruang untuk pasien asimtomatik. Saat ini, dari tiga gedung yang digunakan ada kapasitas 138 ruang. Kendati demikian, ruangan yang aktif dipakai masih sebatas 60 ruang. Saat ini, 41 ruang terpakai, sehingga 19 ruang masih tersedia.

"Tapi itu baru lantai enam ada 60 ruangan. Kalau penuh, kita pakai lantai atasnya. Kalau penuh lagi, kita geser ke gedung sebelahnya. Shelter masih mencukupi kalau tidak ada lonjakan yang lebih dari selama ini," ujar dia.