Panen Lele dan Kangkung Bisa Tekan Kekambuhan Orang dengan Disabilitas Psikososial

Pj Lurah Sidoluhur, Sudarmanto dan Camat Godean, Sarjono (tengah) didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas saat panen raya ikan lele dan kangkung dalam ember dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Balai Desa Sidoluhur, Kamis (17/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
17 September 2020 16:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober 2020, Pusat Rehabilitasi YAKKUM (PRY) bersama Pemerintah Kalurahan Sidoluhur melakukan panen raya lele dan kangkung dalam rangka ketahanan pangan orang dengan disabilitas psikosisial (ODDP) di Balai Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Sleman, Kamis (17/9).

Agenda ini diikuti oleh 56 ODDP yang tergabung dalam Kelompok Luhur Jiwa. Selain mengikuti panen raya, dalam agenda ini ODDP juga mengikuti lomba memasak olahan lele. Sejak 2017 lalu, Desa Sidoluhur mendapatkan pendampingan dari PRY sebagai salah satu Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) di Kapanewon Godean.

Program Manager PRY, Jaimun, menerangkan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, PRY mendukung ODDP untuk bisa produktif dengan pendampingan bersama kader dan perangkat Desa Sidoluhur. "Harapannya bisa membangun fisik yang sehat dan jiwa yang sehat sehingga bisa terlibat membangun program perencanaan desa," kata Jaimun di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, PRY telah memberikan perbagai pendampingan dengan tujuan membuat ODDP bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan berdaya. Salah satunya dengan pendampingan memelihara ikan lele dan kangkung dalam ember. Ia berharap, aktivitas budidaya ini bisa membuat ODDP punya aktivitas rutin yang bermanfaat dan menekan kekambuhan gangguan psikologinya.

"Ini langkah terapi untuk mengurangi relapse, kekambuhan, stres, dan ini sifatnya menggembirakan. Dengan pelihara ikan lele dan kangkung bisa menambah aktivitas, sehingga tingkat kekambuhannya bisa ditekan, bisa pelan-pelan pulih," terangnya.

Jaimun mengatakan tak semua ODDP di Sidoluhur mendapatkan pendampingan memelihara lele, melainkan hanya yang sudah mampu bersosialisasi dan memiliki keinginan untuk produktif. Sementara, bagi ODDP yang masih sulit berkomunikasi dengan orang lain dan tingkat kekambuhannya tinggi, maka masih mengikuti pengobatan medis.

"Selain itu, memang kegiatan ini bisa menghasilkan dari sisi ekonomi. Tadi lelenya bisa dibeli orang lain, syukur bisa punya penghasilan untuk keluarga atau bisa juga untuk konsumsi sendiri," imbuhnya.

Di Kecamatan Godean, saat ini sudah ada empat DSSJ yang didampingi PRY. Selain Sidoluhur, ada pula di Sidomoyo, Sidomulyo, dan Sidoagung. Rencananya, PRY akan menambah tiga DSSJ di Godean.

Pj Lurah Sidoluhur, Sudarmanto mengatakan pihaknya mengapresiasi pendampingan PRY bersama kader terhadap puluhan ODDP di desanya. Menurutnya, pendampingan dengan ternak lele maupun kegiatan lain ini efektif untuk membuat ODDP bisa produktif dan tidak menjadi beban keluarga.

"Kalau sebelumnya menjadi beban keluarga, dengan pendampingan ini sikap kejiwaannya berubah menjadi tertata dan terarah. Ketika kita berikan keterampilan dan bisa produktif, mereka jiwanya jadi lebih stabil," ujar dia.

Pemerintah desa ini bahkan menyediakan tanah kas desa seluas kurang lebih 100 meter untuk bisa dimanfaatkan ODDP untuk bercocok tanam setiap hari. Jika ternak lele ini baru dimulai selama pandemi, menurutnya sebelum pandemi ODDP juga sudah diajak beternak bebek dan ayam.

Evi, salah seorang ODDP, mengaku senang bisa memanen ikan lele untuk kedua kalinya sejak didampingi PRY. "Selain saya jual, saya olah sendiri untuk dibuat nugget," kata dia.