Pembangunan Infrastruktur di KSPN Borobudur Dimulai 2021

Direktur Utama BOB, Indah Juanita, saat memaparkan masterplan pengembangan Kawasan Borobudur Highland dalam audiensi dengan jajaran Pemkab Kulonprogo di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Jumat (18/9/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
18 September 2020 16:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Otorita Borobudur (BOB) menargetkan infrastruktur di Zona Pengembangan Kawasan Borobudur Highland yang masuk dalam program pengembangan Kawasan Destinasi Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur bisa dibangun  pada awal 2021. Saat ini BOB masih menyelesaikan pembuatan detail engineering design (DED) pembangunan tersebut.

"Sekarang baru persiapan dokumen dan penyelesaian DED. Akhir tahun nanti [2020] kami mulai masuk ke proses tender, dan untuk pembangunan infrastruktur akan dilakukan pada awal 2021," kata Direktur Utama BOB, Indah Juanita, kepada awak media sesuai mengikuti audensi dengan jajaran Pemkab Kulonprogo terkait pengembangan KSPN di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Jumat (18/9/2020).

BACA JUGA: CEK FAKTA: Pesan Berantai Tentang Razia Masker Tersebar di Kulonprogo, Catut Istri Bupati

Berdasarkan masterplan yang dipaparkan BOB dalam audiensi itu, luas pengembangan kawasan Borobudur Highland mencapai 309 hektar (ha) yang nantinya akan dibagi menjadi lima zona, yaitu Zona Resort Ekslusif seluas 57,76 ha; Zona Gerbang masuk 57,08 ha; Zona Wisata Petualang 90,56 ha; Zona Wisata Budaya 73,64 ha, dan Zona Wisata Ekstrim 33,95 ha. Lahan itu digunakan untuk enam sektor, meliputi hotel, resor dan glamping; komersial; fasilitas pariwisata; jalan; serta infrastruktur dan lanskap hijau.

Indah mengatakan untuk saat ini fasilitas yang sudah tersedia di kawasan tersebut adalah Glamour Camping yang terletak di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Namun, fasilitas ini baru sebatas percontohan dan belum bisa menciptakan efek yang besar bagi masyarakat. Nantinya jika infrastruktur sudah dibangun, seperti jalan yang sudah layak, ia optimistis kawasan ini bakal menjadi daya tarik wisata dan mampu menciptakan lapangan kerja baru ataupun peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

"Satu kawasan apabila dibangun dengan baik pasti menciptakan multiplier effect yang besar. Pertama adalah dari ketenagakerjaan. Pasti masyarakat di sekitar akan dilibatkan. Kami cari tenaga kerja dari lingkungan terdekat. Kemudian soal logistik kita cari sekitar kawasan juga. Kehidupan di dalam juga ambil dari logistik sekitarnya," terang Indah.

BACA JUGA: Ini Strategi Kota Jogja Salurkan Beras Bansos untuk Cegah Kerumunan

Indah mengatakan BOB telah berkomitmen kepada Pemerintah Kulonprogo, Purworejo dan Magelang untuk ikut serta dalam upaya menuejahterakan masyarakat yang tinggal di zona otorita. Caranya adalah dengan menggandeng masyarakat untuk ikut terlibat dalam program ini.

"Kami juga telah melakukan pelatihan kepada warga sekitar, agar ikut mendukung adanya perkembangan yang akan datang. Kita perlu sinergitas dengan mereka. Nah komunikasi inilah yang perlu kita jalin dengan baik," ucapnya.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menyambut baik rencana pengembangan KSPN dan juga siap membantu kelancaran program ini mengingat sebagian wilayah Kulonprogo, khususnya Kapanewon Samigaluh masuk dalam kawasan tersebut.

"Kami siap bantu program ini, termasuk kaitannya dengan rencana pembangunan jalan dari pasar Plono ke Nglinggo yang merupakan akses menuju KSPN. Kalau nanti kawasan itu berkembang tentunya masyarakat bisa dapat kesempatan berkiprah di sana, seperti misalnya jadi penyedia jasa pariwisata," ucap Sutedjo.