RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul menyatakan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) menjadi early warning atau peringatan dini bagi semua pihak termasuk Bawaslu dalam meningkatkan pencegahan dan pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada).
“IKP semacam early warning tapi hal ini belum tentu terjadi saat pelaksaan Pilkada 2020 nanti. Ini sekedar bisa sebagai acuan kaitannya untuk menetapkan strategi pengawasan yang perlu dipersiapkan,” kata Anggota Bawaslu Bantul, Supardi, saat dihubungi Kamis (24/9/2020).
BACA JUGA : Pilkada 2020: Kasus Covid-19 Bikin Sleman Raih Indeks
Supardi mengatakan secara umum IKP di Bantul masuk level empat nasional dan rangking dua setelah Kabupaten Sleman. Namun jika dipetakan lebih detail, kata Supardi, Bantul menempati posisi pertama di DIY dari sisi kerawanan khusus Coronavirus Disease (Covid-19), yani 64,63. Selain itu paling tinggi kerawanannya juga dari sisi netralitas aparatur sipil negara dengan angka 77,33, dan terkait kerawanan hak pilih 70,44.
Sementara dimensi lainnya seperti gangguan keamanan, maladministrasi anggaran daerah, infrastruktur jaringan internet daerah, kampanye dan politik uang berada pada posisi kedua setelah Sleman, kemudian disusul Bantul dan Gunungkidul.
Pihaknya sudah mengantisipasi kerawanan-kerawanan tersebut, termasuk kerja sama dengan berbagai lembaga terkait untuk meminimalisasi terjadinya pelanggaran selama tahapan hingga pemungutan suara pilkada.
BACA JUGA : Indeks Kerawanan dalam Pilkada Gunungkidul di Level 3
Ketua Bawaslu Bantul menambahkan, langkah awal yang harus dipastikan adalah tidak terjadinya pelanggaran protokol kesehatan Covid-19, “Karena kami harus sepakat bahwa Pilkada Bantul jangan sampai ada kluster Covid-19 karena bisa mempengaruhi integritas proses,” kata Harlina.
Selama ini diakuinya dugaan pelanggaran lebih cenderung ke protokol kesehatan Covid-19 selama tahapan pilakda. “Misalnya kegiatan umum yang dihadiri subjek calon dan relawan ada beberapa yang tidak taat protokol kesehatan,” ucap dia. Pihaknya sudah merekomendasikan pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul.
Bawaslu juga sudah melakukan sosialisasi langsung dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati, relawan, partai politik pendukung maupun pengusung agar tidak melakukan pelanggaran baik protokol kesehatan, maupun isu strategis seperti politik uang, black campaign, konplik sosial antarpendukung, serta netralitas pihak-pihak yang diatur netralitasnya dalam undang-undang.
BACA JUGA : Bawaslu Sleman Petakan Kerawanan Pilkada Per Kecamatan
Selain itu juga kerja sama dengan lembaga terkait agar sama-sama punya kewajiban dan tanggung jawab agar bisa menerapkan yang jadi kewenangan masing-masing lembaga, seperti Ombudsman, Komisi ASN (KASN), Komisi Informasi (KI), Inspektorat, dan kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Imigrasi Kualanamu mendalami dugaan keterkaitan dua WNA China dengan sindikat online scam setelah keduanya sempat didetensi Imigrasi Banda Aceh.
MV Haida tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin membawa 69 korban selamat kecelakaan Virgo Transport 8 untuk mendapat perawatan.
Sebanyak 49 korban selamat Virgo Transport 8 tiba di Banjarmasin. Total 103 orang telah dievakuasi, enam di antaranya meninggal.
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026 dengan 23.359 unit, mengungguli BYD Atto 1.
PACK mengungkap rencana meningkatkan kapasitas bijih nikel. Emiten ini mencatat laba Rp190,7 miliar hingga Juni 2026.