PILKADA BANTUL: Baru Satu Lembaga Survei dan Pemantau yang Mendaftar

Ilustrasi. - Freepik
25 September 2020 15:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--KPU Bantul mencatat baru ada satu lembaga survei dan lembaga pemantau yang telah mendaftarkan diri sebagai pemantau Pilkada 2020. Padahal, mulai Sabtu (26/9/2020), tahapan pemilu berupa kampanye dari kedua pasangan calon yang maju pada Pilkada, 9 Desember 2020 sudah dimulai.

“Hingga hari ini hanya ada Organisasi Komite Independen Sadar Pemilu (KISP). Artinya, baru satu yang telah mendaftar ke tempat kami,” kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Bantul, Musnif Istiqomah, Jumat (25/9/2020).

BACA JUGA : Incar Kemenangan di Pilkada Gunungkidul, PDIP Libatkan 8

Menurut Musnif, syarat untuk mengajukan diri sebagai lembaga pemantau sejatinya tidak susah, dan mudah, Mereka yang mengajukan diri sebagai lembaga pemantau adalah  organisasi masyarakat yang sudah terdaftar secara resmi di pemerintah, independen tidak berpihak dan punya sumber dana yang jelas.

“Untuk ketugasannya akan menyesuaikan kesepakatan dengan KPU. Salah satunya adalah terkait dana kampanye dan perhitungan suara nantinya,” lanjut Musnif.

Meski baru ada satu lembaga pemantau, namun Musnif berharap agar tahapan pemilihan lebih mudah diakses masyarakat sehingga menjadi lebih transparan, aman, tertib dan nyaman.

BACA JUGA : LSI Denny JA Minta Pilkada 2020 Tak Ditunda! Ini 7 Alasannya

Ketua Bawaslu  Harlina mengatakan jika pendaftaran lembaga pemantau menjadi domain dari KPU. Sejauh ini, Bawaslu hanya memastikan apakah syarat sebuah lembaga pemantau telah terpenuhi, termasuk pengecekan dan koordinasi lebih lanjut kepada lembaga pemantau pemilihan tersebut.

“Kami akan memastikan lembaga pemantau ini sudah sesuai dengan syarat yang diatur di undang-undang sebagai pemantau," ucapnya.