Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, MLATI--Rencana Pemkab Sleman yang akan menggunakan Rusunawa Gemawang yang terletak di Kecamatan Mlati, Sleman direspons pengurus rusun tersebut. Mereka masih terus melakukan sosialisasi supaya warga dapat menerima penggunaan rusun itu menjadi selter Covid-19.
Kepala UPT Rusunawa Sleman, Panut Soeharto memastikan saat ini tidak ada penolakan warga sekitar terhadap rencana penggunaan rusunawa tersebut menjadi selter bagi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Ia terus melakukan sosialisasi supaya warga bisa menerima kebijakan Pemkab Sleman yang akan menjadikan rusun menjadi fasilitas kesehatan darurat.
BACA JUGA : Tak Semua Pasien OTG Bersedia Isolasi di Selter
"Tidak ada penolakan, kami masih akan lakukan sosialisasi lagi dengan warga," kata Panut pada Senin (28/9/2020).
Jawatannya masih akan menggelar sosialisasi bersama Pemerintah Kecamatan Mlati. Kendati demikian, Panut tak menampik di awal pandemi sempat ada penolakan ketika wacana menyeruak soal rusun tersebut akan digunakan sebagai selter.
Namun, setelah BPBD Sleman, Dinas Kesehatan Sleman, serta Pemerintah Kecamatan Mlati bersama Polsek dan Koramil memberi pemahaman kepada warga, warga sudah menerima. "Warga sudah oke," imbuhnya.
BACA JUGA : Kapasitas Shelter Rusunawa Bener untuk Tampung OTG
Menurutnya walau berada di tepi jalan raya, lokasi rusun ini terpisah agak jauh dari pemukiman warga. Di dalamnya, ada sejumlah 76 kamar yang sudah berisi perabot seperti kasur, meja, kursi, dan lemari.
Panut menambahkan bahwa rusun ini belum digunakan selama ini. Bangunannya sendiri baru selesai direhabilitasi pada Januari 2020 lalu. "Memang belum digunakan, karena belum diserahkan oleh kementerian," kata dia.
Terpisah, Camat Mlati, Yakti Yudanto mengatakan rencana aktivasi Rusunawa Gemawang untuk isolasi Covid-19 dimulai dari sosialisai ke warga sekitar. "Rencana waktu dekat ini kita lakukan sosialisasi sekaligus kesiapan dari sarana dan prasarana," kata dia.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Diminta Sediakan Shelter bagi OTG Covid-19
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.