Bawaslu Langsung Tegur Pelaksanaan Kampanye Tak Patuh Protokol Kesehatan

Ilustrasi. - Freepik
28 September 2020 10:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Bawaslu Gunungkidul berkomitmen untuk memaksimalkan fungsi dalam pengawasan, termasuk penerapan protokol kesehatan pada saat berkampanye. Apabila ada dugaan pelanggaran akan bersikap tegas dengan memberikan teguran secara lisan maupun tertulis.

Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengatakan, di awal-awal kampanye pasangan calon masih mengikuti aturan. Sebagai contoh, setiap pasangan tetap mengurus STTP untuk berkampanye ke pihak kepolisian. Surat ini pun ditembuskan ke bawaslu Gunungkidul.

BACA JUGA : Ini Hukuman Bagi Paslon yang Melanggar Protokol Covid-19 

Meski demikian, kata dia, di hari pertama kampanye masih ada beberapa pertemuan yang dilakukan calon kurang mengindahkan protokol kesehatan. Hanya saja, Rosita tidak menyebutkan detail lokasi. Ia mengungkapkan, pada saat pertemuan masih ada kerumunan antar peserta sehingga petugas pengawas desa memberikan teguran lisan kepada tim pasangan calon untuk tetap menjaga jarak.

“Setelah ada koordinasi akhirnya tim paslon mau mengikuti arahan dari pengawas agar pelaksanaan mematuhi protokol kesehatan,” katanya, Minggu (27/9).

BACA JUGA : Polisi Siap Tindak Tegas Kampanye Tanpa Mematuhi 

Rosita mengatakan, untuk pengawasan akan bersikap tegas. Apabila pada saat berkampanye ada calon yang melanggar aturan akan memberikan teguran secara lisan maupun tertulis. “Kami juga siap membubarkan kegiatan apabila tidak patuh pada aturan. Untuk itu, kami tidak sendiri karena juga bekerja sama dengan pihak kepolisian,” katanya.

Calon bupati Sunaryanta mengatakan, akan mematuhi aturan dalam berkampanye. Ia mengungkapkan, sesuai aturan tidak diperbolehkan menggelar rapat umum yang mendatangkan banyak orang. Untuk itu, dirinya sudah menyiapkan strategi dalam berkampanye. Salah satunya menerapkan taktik gerilya dengan mendatangi masyarakat secara langsung.

Ia pun menyakini dengan strategi ini maka potensi kerumuman bisa dihindari dan tujuan mengenalkan diri bersama dengan pasangan bisa tersampaikan. “Intinya kami akan patuh terhadap aturan dalam berkampanye,” katanya.

BACA JUGA : Edukasi Protokol Covid-19 Digencarkan di Perkampungan