Bukan Perumahan Elit, Kawasan Exit Toll di Sleman Diarahkan untuk Permukiman Pedesaan

Ilustrasi. - Freepik
29 September 2020 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana pengembangan pembangunan di exit tol tetap mengacu pada rencana detail tata ruang (RDTR) yang sudah ditetapkan. Di Sleman, baru RDTR di wilayah Timur yang baru ditetapkan.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman Sugandi mengatakan rencana permukiman di exit tol Banyurejo, Tempel hanya untuk permukiman pedesaan, jasa dan usaha skala kecil. Hal itu untuk mengakomodasi kegiatan ekonomi di sekitar exit toll.

"Itu tata ruang dibuat secara makro dulu agar masyarakat atau pemerintah bisa mensetting lokasi tersebut tidak hijau. Misalnya nanti pemerintah akan membangun rest area, lokasinya sudah tidak hijau lagi," katanya saat ditemui kantornya, Selasa (29/9/2020).

Pemkab Sleman sendiri, kata Sugandi membagi RDTR empat wilayah. Mulai Sleman Timur, Utara, Tengah dan Barat. Masing-masing wilayah memiliki kekhasan dan rencana pengembangan berbeda-beda sesuai potensi yang dimiliki wilayah tersebut.

Misalnya, kata Sugandi, untuk Sleman Timur dengan banyaknya situs dan lokasi wisata menjadi kawasan pariwisata berbasis cagar budaya. Adapun Sleman Utara menjadi wilayah pariwisata berbasis mitigasi bencana, Sleman Barat merupakan kawasan pariwisata berbasis pertanian. Untuk Sleman Tengah menjadi kawasan perkotaan.

"Nah, yang Tempel itu terletak di Sleman Utara dan RDTR nya juga masih dalam pembahasan. Intinya ke depan kami atur lokasinya mana yang hijau mana yang kuning agar masyarakat bisa memanfaatkan tidak hanya menjadi penonton," katanya.

BACA JUGA: Todongkan Senjata ke Polisi, Pemuda di Jogja Dikenai Wajib Apel

Sugandi mengatakan, berbeda dengan exit tol di Banyurejo, Tempel, untuk exit tol di Bokoharjo, Prambanan sudah disiapkan konsep atau masterplan pembangunan Transit Multifunction (TMF) di kawasan Sleman Timur. Ini merupakan satu lokasi Integrated Tourism Master Plan (ITMP) di DIY.

"Masing-masing OPD sudah membuat kajian dan program untuk TMF. Sesuai dengan bidangnya," katanya.

Kepala Bidang Tata Ruang Dispertaru Sleman Dwike Wijayanti mengatakan TMF ini nantinya akan berfungsi seperti rest area. Keberadaan TMF ini diharapkan Prambanan menjadi kawasan tumbuh cepat untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Di TMF nantinya akan dilengkapi masjid, tempat parkir, hingga kios penjualan produk UMKM Sleman. "Sebagai exit tol, diharapkan orang yang datang transit dulu di sana (TMF). Orang turun dari tol butuh bensin, snak atau kebutuhan dalam perjalanan bisa terpenuhi di sana sebelum melanjutkan perjalanan," ungkapnya.

Berbeda dengan exit tol di Prambanan, kata Dwike untuk exit tol di Tempel masih dalam tahap kajian. Dia menegaskan jika pemukiman yang dimaksud bukan untuk kawasan pemukiman elite tetapi justru pemukiman pedesaan. Di sekitar lokasi juga tidak akan dibangun hunian elit seperti real estate, apartemen maupun perhotelan.