Tergusur Tol Jogja, Sejumlah Sekolah Tunggu Kepastian

Ilustrasi - Antara/Asprilla Dwi Adha
01 Oktober 2020 19:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah sekolah di Kabupaten Sleman yang terdampak rencana pembangunan tol, baik Tol Jogja-Bawen maupun Tol Jogja-Solo, masih menunggu kepastian soal jalur jalan bebas hambatan yang akan melintasi bangunan sekolah.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Adi Marsanto, menuturkan jawatannya mencatat dua sekolah dasar (SD) di Sleman yang terdampak proyek tol ini. "Hanya ada dua SD, kalau SMP tidak ada yang terdampak," kata Adi kepada Harian Jogja, Kamis (1/10/2020).

BACA JUGA: Setelah 1 Bulan, Otak Kekerasan Atas Nama Agama di Solo Diringkus di Jepara

Keduanya adalah SD Negeri Nglarang di Tlogoadi, Mlati yang terdampak exit toll Jogja-Solo serta SD Negeri Banyurejo 1 di Banyurejo, Tempel yang tergusur Tol Jogja-Bawen. Tak semua bangunan tergusur sehingga harus direlokasi.

"SDN Nglarang hanya terdampak sebagian, sekitar 30%, masih bisa di situ. Bangunan yang kena, kami ganti, kami bangunkan lagi," kata dia.

Sementara itu, SDN Banyurejo 1 Tempel tergusur semua. Kelak, Pemkab Sleman akan mendirikan bangunan SD tersebut di lokasi lain dari tanah yang disediakan Pemerintah Kalurahan Banyurejo.

BACA JUGA: Densus 88 Geledah Rumah Dosen di Berbah Sleman, Sita Flashdisk & Buku-Buku

Lokasi pemindahan SDN Banyurejo 1, Tempel, diserahkan kepada Pemdes Banyurejo lantaran yang mengetahui tanah kas desa (TKD) mana yang tersedia dan bisa digunakan untuk membangun SD adalah pihak Pemdes Banyurejo.

Terpisah, Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Sleman saat ini masih mencatat sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan yang terdampak proyek tol di Sleman. Kepala Seksi Layanan Balai Dikmen Sleman, Aragani Mizan Zakaria, menyatakan balainya belum dilibatkan dalam proses perencanaan pengadaan lahan untuk proyek tol ini.

"Kami belum mendata, karena belum ada sosialisasi dari perencana proyek  jalan tol ke Balai Dikmen Sleman, hanya tahu dari media. Dari sekolah yang infonya terdampak juga hanya komunikasi lisan," kata Aragani.

BACA JUGA: Perkenalkan Partai Baru, Amien Rais: Partai Ummat Bertekad Melawan Kezaliman

Sementara ini, informasi yang dia peroleh terkait dengan sekolah yang terdampak trase tol antara lain SMKN 1 Depok, SMK YPKK 3 Sleman, serta SMK 17 Seyegan. "Kami masih tunggu info lebih lanjut," ujarnya.

Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Totok Wijayanto menerangkan pada prinsipnya sekolah yang terdampak jalur tol akan mendapat gedung pengganti terlebih dahulu sebelum gedung lama yang terdampak dirobohkan. "Proses belajar siswa tidak boleh berhenti. Kalau mendesak [belum bisa bangun gedung], bisa sewa," kata Totok.