Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY, Danang Samsu./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA—Desa Tangguh Bencana Inisiasi BPBD DIY terus memberikan dampak positif. Berbagai pelatihan dan pendamping terhadap desa-desa agar menjadi tangguh dalam berbagai bencana kini juga diadaptasi warga dalam tanggap darurat Covid-19.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY, Danang Samsu, menceritakan asal muasal berdirinya Desa Tangguh. Mulanya konsep ini berawal dari bencana tsunami Aceh, tetapi justru gempa Jogja 2006 yang membuat DIY punya prototipe Desa Tangguhdi enam desa di wilayah Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. "Mulai 2007 sampai 2012 prototipe itu diperbaiki terus, kemudian jadi acuan untuk Desa Tangguh nasional," ujar dia, Kamis (1/10/2020).
Danang mengatakan Desa Tangguh yang memiliki ketangguhan terhadap bencana maka selanjutnya disebut Desa Tangguh Bencana. “Desa Tangguh Bencana punya unsur kemandirian, masyarakat bukan jadi objek tetapi jadi subjek kemandirian,” kata dia.
BACA JUGA: Sulit Cari Lahan, Pemkab Sleman Urungkan Niat Bangun TPST3R Tahun Depan
Ruang lingkup desa dipilih menjadi wadah dalam berorganisasi karena merupakan lingkup otonomi terkecil yang ada figur pemerintah.
Danang mengatakan ketangguhan dapat dipersiapkan menghadapi bencana alam dan non alam. "Segala macam tergantung kontekstual wilayahnya seperti Merapi, tsunami, longsor. Dari ancaman tadi karakteristiknya beda, tindakan-tindakan yang dilakukan juga berbeda," ujarnya.
Desa Tangguh juga diharuskan bisa beradaptasi dengan pandemi Covid-19. "Belum ada Desa Tangguh Covid-19 sebelumnya, baru dibuat mulai Maret ini, sekarang berkembang menjadi Desa Tangguh Covid,” ujar dia,
Hingga kini sudah ada 270 Desa Tangguh. Jumlah tersebut disaring dari 458 desa di DIY. “Dari 458 desa, ada 301 desa dengan risiko tinggi di DIY, berarti 301 itu menjadi prioritas ketangguhan dan sudah 270 yang menyatakan ketangguhan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.