Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat \"Proving Flight\" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). /Antara Foto
Harianjogja.com, JOGJA-Terkait pengembangan Yogyakarta International Airport (YIA), Kepala Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono, menuturkan di samping bandara yang terus berproses sebagai proyek strategis nasional, Pemda DIY menyiapkan konsep aetropolis sebagai pengambangan YIA.
Ia menjelaskan saat ini pihaknya masih terus melakukan kajian dan menghimpun masukan termasuk tata ruangnya. “Ini membutuhkan biaya yang sangat besar, tapi ini akan menjadi pendukung proyek strategis nasional yang kea rah Borobudur,” ungkapnya.
Untuk konektivitas, pengembangan Aerotropolis akan menggunakan dua jalur yakni tol dan kereta api yang menjadi satu kesatuan dalam integrated system. Hal ini menurutnya akan menyeimbangkan pertumbuhan DIY yakni di kawasan dengan aerotropolis dan di sisi timur dengan pengembangan pariwisata di Gunungkidul.
Pemda DIY juga telah berdialog dengan Kementerian Bappenas untuk membuat strategi bersama dalam integrasi proyek strategis Borobudur dan YIA. Diskusi ini berlangsung dalam kunjungan Menteri Bappenas, Suharsono Monoarfa ke Kantor Gubernur DIY pada Kamis (15/10/2020).
Dalam pertemuan itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, meminta Menteri Bappenas untuk mendukung rencana aerotropolis di kawasan YIA. Pengembangan aerotropolis ini bertujuan agar keberadaan bandara baru di Kulon Progo ini bisa terus berkembang, tidak stagnan.
“Sejak awal sudah kami desain untuk area aerotropolis ini di depan bandara baru. Kami sudah sediakan tanah seluar 1.000-1.800 meter persegi, jadi tidak akan ada masalah tanah lagi. Apalagi dari lokasinya, nanti akan dilalui tol jadi sangat strategis,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.