Apa Kabar Proyek Aerotropolis di Kawasan YIA Kulonprogo?

Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis (2/5/2019). - Antara Foto
15 Oktober 2020 21:17 WIB Lugas Subarkah Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Terkait pengembangan Yogyakarta International Airport (YIA), Kepala Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Beny Suharsono, menuturkan di samping bandara yang terus berproses sebagai proyek strategis nasional, Pemda DIY menyiapkan konsep aetropolis sebagai pengambangan YIA.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya masih terus melakukan kajian dan menghimpun masukan termasuk tata ruangnya. “Ini membutuhkan biaya yang sangat besar, tapi ini akan menjadi pendukung proyek strategis nasional yang kea rah Borobudur,” ungkapnya.

Untuk konektivitas, pengembangan Aerotropolis akan menggunakan dua jalur yakni tol dan kereta api yang menjadi satu kesatuan dalam integrated system. Hal ini menurutnya akan menyeimbangkan pertumbuhan DIY yakni di kawasan dengan aerotropolis dan di sisi timur dengan pengembangan pariwisata di Gunungkidul.

Pemda DIY juga telah berdialog dengan Kementerian Bappenas untuk membuat strategi bersama dalam integrasi proyek strategis Borobudur dan YIA. Diskusi ini berlangsung dalam kunjungan Menteri Bappenas, Suharsono Monoarfa ke Kantor Gubernur DIY pada Kamis (15/10/2020).

Dalam pertemuan itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, meminta Menteri Bappenas untuk mendukung rencana aerotropolis di kawasan YIA. Pengembangan aerotropolis ini bertujuan agar keberadaan bandara baru di Kulon Progo ini bisa terus berkembang, tidak stagnan.

“Sejak awal sudah kami desain untuk area aerotropolis ini di depan bandara baru. Kami sudah sediakan tanah seluar 1.000-1.800 meter persegi, jadi tidak akan ada masalah tanah lagi. Apalagi dari lokasinya, nanti akan dilalui tol jadi sangat strategis,” ungkapnya.