Ormas Ini Siap Ambil Sikap Jika Aksi Unjuk Rasa Berujung Anarkistis Terjadi di Jogja

Demo mahasiswa di Malioboro menolak Omnibus Law i kawasan Malioboro, Kota Jogja, Kamis (8/10/2020). - Harian Jogja / Hafid Yudi Suprobo
21 Oktober 2020 12:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis bakal disikapi dengan keras oleh Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR). Mereka menyatakan siap untuk pasang badan jika memang aksi unjuk rasa yang digelar di Jogja kembali berujung ricuh.

Penasihat FKOR DIY, Mbah Joyo, mengatakan jika upaya tersebut berangkat dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah massa penolak Omnibus Law Cipta Kerja yang melancarkan aksinya di sekitar Malioboro dan Gedung DPRD DIY hingga berakhir ricuh pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Baca juga: Dispar Sleman Terbitkan 114 Rekomendasi Wisata

"Karena memang unjuk rasa itu dilindungi UU. Insya Allah kalau mereka ricuh warga Jogja sendiri yang akan menghadapi. Tapi kalau mereka baik-baik saja dan demo benar-benar, sebaliknya akan kita kawal. Jangan sampai kecolongan lagi lah seperti kemarin," ujar Mbah Joyo saat dikonfirmasi pada Selasa (20/10/2020).

Pihaknya membuka lebar bagi masyarakat untuk melakukan aksi unjuk rasa. Unjuk rasa merupakan hal dari masyarakat dalam menyampaikan aspirasi mereka. Akan tetapi, unjuk rasa diharapkan berlangsung dengan kondusif tanpa adanya friksi hingga berakhir ricuh.

"Dengan kejadian ricuh itu kami merasa dicoreng. Kami sebagai warga Jogja di mana karakternya sebagai kota budaya dan pelajar kami merasa harus menjaga itu," sambung Mbah Joyo.

Baca juga: Demo UU Cipta Kerja di Bundaran UGM, Ada 'Dukun' yang Ikut Bersuara

Pihaknya memprediksikan jika pada aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah massa pada Kamis (8/10/2020) lalu, ada oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan dengan sengaja berbuat onar untuk merusak citra dan ketentraman warga Jogja.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh sejumlah mahasiswa pada Selasa (20/10/2020) di bunderan UGM dan titik aksi unjuk rasa yang lain, pihaknya juga menerjunkan sejumlah anggota forum untuk ikut mengamankan aksi yang dilaksanakan siang sekitar pukul 13.00 dan berakhir pada pukul 17.35 sore tersebut.

"Tidak kurang 500 orang yang terdiri dari berbagai ormas di Jogja hadir mengawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh elemen mahasiswa dan buruh di bundaran UGM hari ini. Kami peringati supaya kejadian kemarin tidak lagi terulang. Kami akan lawan kalau ada insiden kericuhan. Makanya personel dan anggota kami siap hari ini menindaklanjuti aksi lanjutan yang digelar," terang Mbah Joyo.

Selain ormas, upaya antisipasi dari warga juga dilakukan. Diantaranya, warga warta Papringan, Gejayan, dan lainnya diklaim oleh Mbah Joyo siap mengawal suasana agar tetap kondusif daribpotensi kericuhan. Warga menjaga sejumlah titik yang menjadi lokus aksi unjuk rasa.

"Harapan kami berlangsung dengan damai. Intinya kami siap menanggung resiko dan kami tidak takut demi Jogja," pungkas Mbah Joyo.