Isu Pemberdayaan untuk Menggaet Suara Perempuan

Deklarasi pencalonan dari Partai Nasdem untuk mengusung Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi di Pilkada Gunungkidul di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Sabtu (29/8 - 2020). Harian Jogja - David Kurniawan
28 Oktober 2020 09:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Isu pemberdayaan perempuan diangkat hampir sebagian besar Calon Bupati dan Wakil Bupati yang bertarung di pilkada di DIY. Suara perempuan dianggap menarik perhatian para calon di Pilkada.

Salah satunya calon yang tertarik dengan isu ini adalah Cawabup Gunungkidul Martanty Soenar Dewi yang berpasangan dengan Cabup Immawan Wahyudi. Martanty menjadi satu-satunya calon dari kaum perempuan dalam pertarungan Pilkada Gunungkidul.

Di Gunungkidul sendiri dari 599.850 DPT, jumlah pemilih perempuan mencapai 307.757, sedangkan jumlah pemilih laki-laki hanya di angka 292.093. Artinya jumlah pemilih perempuan di Gunungkidul lebih banyak daripada suara laki-laki.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Partisipasi Pilkada Terancam Rendah

“Kami berusaha meraih basis suara perempuan, yang di Gunungkidul ini ada 51,4 persen adalah pemilih perempuan,” kata Martanty kepada wartawan seusai acara Debat Pilkada 2020, Selasa (27/10/2020) malam.

Ia mengatakan perempuan bisa menjadi penyeimbang di pemerintahan sebagai perwakilan dalam menyuarakan program. Terutama agar perempuan bisa berdaya mandiri dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Menurut di sebenarnya perempuan bisa berdaya dan tidak sekedar meminta kepada suami dengan memberdayakan dirinya di tengah kesibukan mengurus rumah tangga. Paling tidak dari hasil pemberdayaan itu bisa untuk mencukupi kebutuhannya sendiri.

BACA JUGA : Dua Paslon Pilkada Bantul Sama-Sama Pilih Pasar

“Potensi perempuan di Gunungkidul sangat bagus, tetapi harus ada dorongan, kemauan, sinergitas dengan pemerintah, harus memberikan perhatian khusus kepada mereka. Seperti di satu desa, mereka memberdayakan kerajinan bambu itu semua dilakukan perempuan. Tetapi kemudian bagaimana cara pemasarannya, cara pengemasannya, ini harus dilatih, didampingi sampai ke akses permodalan,” katanya.