UPN 'Veteran' Yogyakarta Bantu Pengembangan Wisata Watu Hangga

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Muhammad Irhas Effendi (kedua dari kanan) saat menandatangani Prasasti Desa Binaan Kawasan Desa Wisata di Pucung, Karangtalun, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Rabu (28/10/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
28 Oktober 2020 16:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) membantu pengembangan wisata Watu Hangga dan Desa Wisata Budaya di Dusun Pucung, Pedukuhan Karangtalun, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul.

Desa Binaan Kawasan Wisata Budaya dan Watu Hangga tersebut diresmikan langsung oleh Rektor UPN ‘Veteran’, Muhammad Irhas Effendi, beserta sejumlah pejabat tinggi UPN. Turut hadir Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah, dan para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Imogiri dan Pemerintah Desa Wukirsari, serta masyarakat setempat.

Muhammad Irhas Effendi mengatakan kegiatan pendampingan desa budaya dan desa wisata tersebut merupakan bagian dari implementasi visi misi dan nilai UPN, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Perwujudan desa binaan tersebut sudah lama digagas dan akan terus didampingi sampai masyarakat benar-benar mandiri. Kegiatan tersebut diawali dengan penelitian semua potensi di dusun Pucung, mengkreasikan program yang berbasis potensi dan kemampuan masyarakat, dan melakukan pendampingan untuk pemberdayaan.

“Yang kita berdayakan apa? Yang kita berdayakan seluruh potensinya, baik potensi sumber daya alamnya, potensi sumber daya manusianya, potensi ekonominya itu kita berdayakan. Tujuan untuk apa? untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan,” kata Irhas dalam acara Peresmian Gapura Kawasan Wisata Watu Hangga dan Penandatanganan Prasasti Desa Binaan Kawasan Wisata di Dusun Pucung, Pedukuhan Kawangtalun, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Rabu (28/10/2020).

Terdapat sejumlah potensi yang ada di Dusun Pucung. Salah satunya adalah Watu Hangga atau Batu Onggo yang merupakan petilasan. Batu tersebut diyakini masyarakat sebagai tempat bertapa pengawal kerajaan Majapahit pada masa kerajaan Brawijaya ke-5 atau sekitar tahun 1478.

Selain Watu Hangga, Dusun Pucung juga dikenal sebagai pusat penakaran burung perkutut. Terdapat 43 titik penakaran burung perkutut di dusun tersebut. Dan penjualan burung juga sudah ke berbagai daerah. Kemudian potensi lainnya adalah kerajinan anyaman bambu, tatah sungging, dan kuliner khas warga setempat.

Irhas menilai potensi tersebut merupakan salah satu ciri khas yang membedakan dengan wisata di tempat lainnya sehingga harapannya dusun tersebut terus berkembang dan dapat mensejahterakan masyarakat.

Menurut dia, ada tiga indikator keberhasilan pengembangan wisata, yakni banyak wisatawan yang datang, wisatawan bisa berlama-lama tinggal, dan wisatawan banyak mengeluarkan uang untuk belanja di lokasi wisata tersebut, “Untuk memperlama tinggal wisatawan maka harus ada atraksi seni dan budayanya yang bisa dinikmati wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan dan lama tinggal maka bisa berdampak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Irhas.

Ucapan Terima Kasih

Kepala Desa Wukirsari, Susilo Hapsoro mengatakan keterlibatan UPN dalam pembangunan wisata di Dusun Pucung sudah sekitar setahun lalu, namun mulai gencar pendampingan dan pembangunannya sejak empat bulan lalu. Pihaknya menyampaikan termakasih atas pendampingan dan motivasi dari UPN. “Selama empat bulan terakhir masyarakat sudah bekerja keras untuk mewujudkan wisata ini,” kata dia.

Dukuh atau Kepala Dusun Karangtalun, Dwi Imawati mengatakan potensi wisata yang ditonjolkan di Pucung adalah Watu Hangga. Selain itu juga banyak perbukitan yang berlum tegarap maksimal sebagai objek wisata. Menurut dia mayoritas sumber pencaharian di Pucung adalah petani dan peternak burung perkutut, mulai dari penakaran hingga penjualan. Sementara kulinernya yang menjadi ciri khas adalah oseng-oseng jambu meter dan gudeng bonggol pisang. Ia berharap dengan banyaknya potensi yang menjadi daya tarik wisata bisa mensejahterakan masyarakat.