Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY meminta adanya evaluasi untuk pelaksanaan pembelajaran di Pondok Pesantren (Ponpes) yang sudah beroperasi.
Sekda DIY, Kadarmanta baskara Aji, mengimbau bagi ponpes lain yang santrinya belum kembali 100% untuk ditunda dulu. “Bagi ponpes yang sekarang belum full, masih uji coba untuk bisa ditunda dulu,” katanya Jumat (6/11/2020).
Menurutnya, kemungkinan terjadi penularan di ponpes ini disebabkan oleh santri yang baru kembali dari tempat asalnya dengan kondisi tanpa gejala, sehingga menulari teman-temannya. Sebab itu, pengelola ponpes diminta untuk mengatur santri sebelum berkumpul dengan yang lain agar karantina, diperiksa dan diberi vitamin.
BACA JUGA : Sehari, 4 Pasien Corona di DIY Meninggal Dunia
“Kemudian dilihat sarana-prasarananya, bisa enggak jaga jarak? Kalau bisa mungkin bisa dipertimbangkan, kalau tidak ya jangan. Misal tempat tidur atau tempat belajar berhimpitan. Kalau KBM [kegiatan belajar-mengajar silakan, tapi diatur. Yang sudah terpapar jangan tercampur,” ujarnya.
Sebelumnya Pemerintah Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, melakukan pembatasan sosial untuk kawasan pondok pesantren di Krapyak, desa setempat. Bahkan salah satu kompleks diberlakukan lockdown total setelah ditemukannya 195 santri dan pengasuh pesantren tersebut yang positif Covid-19.
Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan harus ada evaluasi dengan pengalaman itu agar tidak berkembang atau terulang di ponpes yang lain.
BACA JUGA : Hari Ini Positif Covid-19 di Jogja Tambah 67 Kasus
“Melibatkan anak banyak, kultur di pondok juga perlu ada penyesuaian. Pengelola pondok perlu menata dan mengevaluasi. Termasuk keberadaan satgas seperti apa dalam mengelola penghuni,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Hasil Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026 babak pertama berakhir 3-0. Cristiano Ronaldo mencetak dua gol dan membawa Portugal tampil dominan.
Jadwal lengkap KRL Jogja–Solo 24 Juni 2026 dari Yogyakarta hingga Palur, dengan tarif Rp8.000 dan operasional normal.
Kemenperin memastikan dua pabrik komponen otomotif tetap beroperasi di Indonesia, membantah isu relokasi dan PHK.
Kasus tabrak BMW listrik dan ojol di Meruya Selatan diselesaikan damai melalui mediasi polisi dengan pendekatan restorative justice.
Fenomena Viking Row suporter Norwegia viral di Piala Dunia 2026, dukung Haaland dan Odegaard dengan aksi mendayung khas Viking.