Banguntapan & Sewon Zona Merah, Aktivitas Warga Dibatasi

Ilustrasi. - Freepik
12 November 2020 16:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul menyatakan saat ini sudah dua kecamatan di Bumi Projotamansari yang masuk dalam zona merah atau zona penularan Coronavirus Disease (Covid-19) tinggi. Keduanya kecamatan tersebut adalah Banguntapan dan Sewon.

Sebelumnya Banguntapan sudah lebih dulu masuk zona merah yang berlaku hingga 18 November mendatang. Sementara Kecamatan Sewon mulai ditetapkan zona merah per 11 November dan berlaku sampai 14 hari ke depan.

BACA JUGA : Meski Bantul Zona Merah Covid-19, Konsultasi Belajar 

“Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul sudah mengeluarkan edaran adanya pembatasan aktivitas warga, termasuk pengetatan protokol kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo di kantor Dinas Kesehatan Bantul, Kamis (12/11/2020).

Agus Budi mengatakan penetapan zona merah tersebut sudah melalui kajian. Ada 15 indikator penetapan zona merah tersebut di antaranya, tingginya kasus positif Covid-19, adanya yang meninggal dunia, dan wabah menyebar secara luas dan adanya kalster-klaster baru.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan yang harus dilakukan masyarakat di zona merah adalah membatasi diri aktivitas, intens melakukan testing dan penelusuran kontak erat dengan pasien positif, probable maupun suspect.

Fasilitas publik yang bisa menghadirkan banyak orang seperti area permainan anak-anak dan kolam renang untuk ditutup sementara, “Kecuali aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan pokok seperti pasar, swalayan, layanan kesehatan bisa dibuka dengan pembatasan jam operasional,” kata Sri Wahyu.

BACA JUGA : Bantul Zona Merah Covid-19, Pemkab Tak Terapkan PSBB

Selain itu mobilitas warga keluar masuk Kecamatan Sewon dan Banguntapan juga perlu diawasi, misalnya pendatang atau tamu. Menurut pria yang akrab disapa Oki ini mengatakan sebenarnya protokol ksesehatan sudah dilakukan masyarakat di dua kecamatan tersebut. namun, dua kecamatan itu berbatasan dengan daerah lain sehingga mobilitas cukup tinggi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan angka positif Covid-19 Bantul sampai 11 November ada 1.280 orang. sebanyak 938 orang sembuh dan 28 orang meninggal dunia. Sementara 314 orang masih dalam proses isolasi di rumah sakit dan rumah karantina khusus.

Dari data tersebut terbanyak adalah Kecamatan Sewon sebanyak 345 orang positif. Dari jumlah tersebut 126 sembuh dan tiga orang meninggal dunia. Sementara dalam perawatan 216 orang. Terbanyak kedua Banguntapan 209 orang dengan angka kesembuhan 188 orang dan enam orang di antaranya meninggal dunia. Sementara 15 orang yang masih dalam perawatan.

Angka pasien positif tertinggi ketiga adalah Kecamatan Kasihan dengan jumlah total 195 orang. sebanyak 163 di antaranya sembuh dan embilan orang meninggal dunia. Sementara 23 masih dalam perawatan.

Oki mengaku untuk Sewon tinggi karena dipicu oleh kalster pesantren. Dia meyakini jika tracing dan testing sudah selesai dilakukan di pesantren zonanya bisa turun lagi. Sementara Kasihan angka positif tinggi, kata Oki, dipicu oleh klaster keluarga dan pelaku perjalanan. Kendati demikian pihaknya masih memantau Kasihan selama 14 hari ini.

BACA JUGA : Ini Daftar Kecamatan di Sleman yang Kini Masuk Zona Merah

Menurut dia penentuan zona penularan Covid-19 tidak hanya angka positif tinggi, namun juga proses tracing, positif ratenya, jumlah kesembuhan, jumlah kematian, dan angka kasus per dua pekan.

Sementara Camat Banguntapan, Fauzan Mu’arifin mengklaim sejak adanya pembatasan sosial tren kesembuhan naik, kedisiplinan pada protokol kesehatan meningkat dan kegiatan lebih terkontrol.