Begini Skenario BPBD Sleman Bila Status Merapi Naik Menjadi Awas

Baguna DPD PDIP DIY meninjau kesiapan personel lapangan menghadapi meningkatnya aktivitas Gunung Merapi sekaligus mengirim logistik ke Posko BAGUNA Sleman di Hotel Popi Jalan Kaliurang Km 15 Pakem, Sleman, Jumat (13/11/2020).-Harian Jogja - Ist
16 November 2020 20:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogj.com, SLEMAN--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman bakal berkoordinasi dengan sejumlah unsur baik desa tangguh bencana, relawan, dan jejaring yang dimiliki oleh BPBD agar pengungsian secara mandiri oleh warga bisa dilakukan. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kenaikan status Gunung Merapi menjadi Awas.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan jika upaya koordinasi yang dilakukan oleh pihaknya dilakukan sebelum kenaikan status Gunung Merapi yang sewaktu-waktu diumumkan oleh BPPTKG.

"Sebelum naik ke Awas, nanti kami akan koordinasi dulu untuk antisipasi status awas dari BPPTKG," ujar Joko saat diwawancarai di balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Senin (16/11/2020).

Ketika nantinya status Gunung Merapi menjadi Awas, pihaknya bakal fokus terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh BPPTKG. Jika memang terjadi penambahan jarak luncuran material erupsi atau ancaman terhadap warga, pihaknya langsung melakukan upaya evakuasi.

"Jadi, kalau status Gunung Merapi jadi awas rekomendasi dari BPPTKG itu apa, nah itulah yang akan kita fokuskan, kalau misalnya nanti berkembang jarak luncurannya otomatis kita akan segera mengevakuasi. Tapi, kan kita punya jejaring di wilayah tersebut dengan destana-nya dengan kelompok relawannya juga agar pengungsian mandiri bisa berjalan," terang Joko.

Upaya tersebut bukannya tanpa alasan. Joko berkaca terhadap penanganan pengungsian saat 2010. Pada masa itu, BPBD masih disibukkan terkait dengan persiapan barak pengungsian untuk mengevakuasi warga. Akan tetapi, untuk penanganan status siaga level tiga Gunung Merapi saat ini pihaknya lebih fokus terhadap penerimaan pengungsi.

"Jadi kita sekarang lebih fokus terhadap penerimaan pengungsinya di barak-barak dan desa penyangga. Sudah ada SOP nya, tinggal nunggu komando dari Kepala BPBD, kami sedang menguatkan koordinasi dulu," terang Joko.

Untuk barak pengungsian sendiri, Joko mengatakan jika pihaknya telah menyiapkan 12 barak pengungsian bagi warga lereng Merapi yang masuk dalam kategori bahaya seperti yang direkomendasikan saat ini oleh BPPTKG saat ini yakni Dusun Kalitengah Lor, Dusun Kaliadem, dan Dusun Palemsari.