Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ingat pesan ibu, cuci tangan dengan sabun./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memperbolehkan sekolah menggelar pertemuan tatap muka secara terbatas. Sekolah diwajiban untuk terus menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan kebijakan pembelajaran di sekolah di tengah pandemi Covid-19 masih mengacu pada program belajar di rumah. Proses itu akan berlangsung hingga semester ganjil berakhir di akhir tahun ini. “Bisa saja diperpanjang karena kebijakan sangat bergantung dengan perkembangan kasus corona,” kata Bahron kepada Harianjogja.com, Rabu (18/11/2020).
Meski kebijakan masih mengacu pada program belajar di rumah, sekolah diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan belajar transisi, yakni dengan menggelar pertemuan secara terbatas. Bahron mengungkapkan, hampir semua sekolah sudah menerapkan pertemuan terbatas ini dengan menggelar tatap muka satu hingga dua kali pertemuan setiap minggunya. “Sekali pertemuan hanya berlangsung selama dua jam,” katanya.
Pertemuan ini hanya membahas berkaitan dengan materi ajar serta penyerahan tugas hasil pertemuan di minggu sebelumnya. “Memang belum ada kegiatan belajar penuh karena hanya sebatas pemberian tugas dan menyerahkannya,” ungkapnya.
Bahron memastikan setiap sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Penerapan protokol itu penting guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Baik guru dan murid, wajib memakai masker atau pelindung wajah saat datang ke sekolah. Selain itu, harus ada jarak serta fasilitas cuci tangan menggunakan sabun harus digunakan dengan benar,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo. Menurut dia, pertemuan bersifat terbatas ini tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Selain itu, didalam pertemuan juga sudah melalui sosialisasi yang disampaikan oleh komite sekolah ke wali murid. Inti dari sosialisasi untuk memastikan para orang tua tidak keberaatan dengan program tersebut. “Ya kalau keberatan, siswa boleh tidak masuk dengan materi diberikan melalui daring,” katanya.
Kisworo menambahkan pelaksanaan tatap muka terbatas sebagai upaya persiapan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara penuh. Namun, ia belum bisa memastikan kapan pembelajaran secara normal kembali digelar karena kebijakan sangat bergantung dengan kondisi penyebaran wabah Corona. “Kalau memang di sekitar sekolah ada kasus positif baru, maka kegiatan pertemuan terbatas bisa dihentikan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.