Sultan Berharap AMSI Jadi Simpul Distribusi Informasi yang Akurat

Anton Wahyu Prihartono, Pemred Harianjogja.com (dua kanan), dan Reren Indranila, CEO Radar Jogja Digital (kiri), terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris AMSI DIY Periode 2020-2023, dalam Konferwil II AMSI DIY yang digelar di The Atrium Hotel & Resort, Senin (30/11/2020). - Harian Jogja - Nugroho Nurcahyo
30 November 2020 20:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memiliki harapan terhadap organisasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) DIY dalam menjadi simpul distribusi informasi yang akurat. Sejumlah bupati dan wali kota di wilayah DIY juga berharap media online memberikan suguhan informasi yang mengedukasi masyarakat.

Sultan HB X mengatakan teknologi informasi telah membentuk sebuah tatanan baru, yaitu information society. Hal ini dapat ditengarai dengan kuantitas informasi yang beredar di masyarakat. Sayangnya, kuantitas informasi disusupi juga oleh informasi yang tidak benar atau hoaks.

BACA JUGA : Pemred Harianjogja.com Kembali Menjabat Ketua AMSI DIY

Sultan mengungkap hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, menunjukkan berita bohong lebih cepat menyebar daripada berita asli. Bahkan 1% dari berita bohong paling populer berhasil menjangkau 1.000 hingga 10.000 pengguna. Sedangkan berita asli sangat jarang menjangkau 1.000 pengguna. Sehingga diperlukan bentuk kerja bersama untuk memerangi dan meminimalisasi peredaran hoaks di masyarakat.

“Gugus media online yang tergabung dalam Asosiasi Media Siber Indonesia diharapkan dapat menjadi simpul distribusi informasi yang akurat dan mencerdaskan. Saya berharap, media yang tergabung di dalam AMSI senantiasa memegang teguh amanah Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers dan juga kode etik jurnalistik,” ungkap Sultan dalam sambutan di Konferwil II AMSI DIY Senin (30/11/2020).

HB X percaya media online di DIY, khususnya yang tergabung dalam AMSI bisa bersinergi dengan Pemda DIY dalam rangka menyampaikan warta pembangunan. Selain itu media di AMSI sangat berpotensi untuk turut aktif menjaga dan menyebarkan budaya nilai-nilai keistimewaan DIY.

“Semoga konferensi ini dapat melahirkan kepengurusan AMSI DIY yang berkomitmen untuk mewujudkan industri media digital yang sehat dan kuat. Pemda DIY siap bersinergi untuk bersama-sama Amemayu Ajining Pawarta, memberdayakan kekuatan informasi untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Sultan.

BACA JUGA : Gelar Konferwil II, AMSI DIY Bertekad Sajikan

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan melalui wadah AMSI, diharapkan media online bisa meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah suasana psikologis yang penuh keprihatinan dengan merebaknya berita bohong. Pihaknya mendorong AMSI agar bersama Dewan Pers secara aktif melakukan verifikasi media, mengadakan pelatihan, pendidikan dan meningkatkan kualitas kemampuan teknis maupun pemahaman etik agar terbentuk media siber yang profesional dan sehat.

“Selain itu mampu mewujudkan industri media digital sehat dan kuat serta memberikan pendidikan yang baik kepada seluruh warga. Kami siap bersinergi dengan AMSI untuk bersama memberikan informasi edukatif inspiratif untuk warga Kota Jogja khusus dan DIY pada umumnya,” katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan hal yang sama. AMSI diharapkan mampu mendorong media online agar memberikan informasi yang akurat. Pihaknya siap bersinergi dengan AMSI dalam rangka menyiarkan informasi pembangunan.

“Semoga Konferwil II ini melahirkan pengurus yang mampu menghadirkan industri digital yang sehat dan kuat dan mampu mensejahterakan iklim di dalamnya. Saya berharap AMSI memberikan informasi yang akurat edukatif dan mencerdaskan, serta memberikan inspirasi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA : Maksimalkan Website Lewat Konten Lokal, AMSI DIY Adakan 

Bupati Gunungkidul Badingah menyatakan, media online di DIY harus memberikan informasi yang akurat, berimbang dan tidak memihak suatu kepentingan. Selain itu memberikan informasi yang mencerahkan dan mencerdaskan. “Diharapkan juga bisa menjadi mitra pemerintah dalam menyajikan informasi konten sehat sehingga mampu menangkap berita hoaks yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Kulonprogo Sutedjo menilai saat ini banyak informasi hoaks yang berkembang di masyarakat yang bisa menimbulkan kerugian banyak pihak. Keberadaan AMSI menjadi harapan agar dapat menjadi organisasi yang dapat mengarahkan media online untuk bisa memberikan informasi yang akurat dan membawa dampak positif bagi masyarakat. “Dengan adanya AMSI diharapkan media online memberikan info yang akurat sesuai kaidah jurnalistik,” ujarnya.