LPPM UPN Veteran Yogyakarta Gelar Ekspos Riset dan Penelitian

Kepala LPPM UPNVY Hendro Widjanarko saat menjelaskan Pameran Ekspos Riset dan Penelitian di Gedung Rektorat UPNVY, Rabu (2/12/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
02 Desember 2020 17:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) menggelar Pameran Ekspos Riset dan Penelitian. Beragam hasil riset dan penelitian dipamerkan dalam kegiatan ini.

Kepala LPPM UPNVY Hendro Widjanarko mengatakan sebagai salah satu unsur pelaksana akademik universitas dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, LPPM memiliki visi untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi baik skala nasional maupun internasional melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kami selalu memotivasi dosen khususnya dan civitas akademika umumnya untuk selalu berpikir dan melaksanakan penelitian dan pengabdian pada masyarakat baik secara individu,  kelompok maupun atas nama universitas," katanya di sela kegiatan, Rabu (2/12/2020).

Selain bertujuan untuk menjawab tantangan dan perkembangan iptek, kegiatan penelitian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah dan pengambil keputusan. Hasil penelitian yang dilakukan LPPM juga untuk menunjang pembangunan nasional melalui bidang pendidikan tinggi dalam rangka terciptanya sumberdaya manusia yang unggul di era global dengan dilandasi jiwa bela negara.

"LPPM UPNVY mempunyai 21 pusat studi dengan dukungan 58 laboratorium. Untuk  menghasilkan luaran penelitian yang bisa dipasarkan kepada masyarakat dan industri, maka kami membuat road map penelitian berdasar pada 9 bidang fokus penelitian sesuai dengan RIRN2017-2045,"katanya.

Dari 9 bidang fokus, LPPM mengembangkan 7 bidang fokus sesua i dengan kompetensi yang dimiliki. Mulai bidang pangan, energi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial humaniora, dan bidang riset lainnya (multidisiplin dan lintas sektor). Di bidang pangan misalnya, penelitian dilakukan pada Bioteknologi Modern untuk Produksi Benih dan Bibit Unggul Tanaman, Ketahanan Pangan dan Pertanian.

"Kami juga melakukan riset dan penelitian pada pengembangan produk pangan berbasis beras dan non beras, pemanfaatan lahan kritis, pengembangan agroteknologi pertanian, pengembangan pertanian hortikultura dan tata kelola hasil pertanian," kata Hendro.

Di energi fokus pada dua hal. Pertama riset yang fokus energi fosil dan kedua energi nonfosil (energi baru terbarukan). Pada bidang produk rekayasa keteknikan difokuskan pada misalnya teknologi penanganan, pengolahan, dan pengemasan untuk produk pangan, hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan [erikanan. "Dan bidang-bidang lainnya termasuk bidang riset lainnya seperti teknologi dan manajemen kebencanaan,"katanya.

Dia berharap hasil penelitian dan riset yang dilakukan LPPM UPNY, selain bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa juga bertujuan untuk mendorong dan memfasilitasi pengembangan potensi para dosen/peneliti yang konsisten dan kompeten di bidangnya. "Kami juga berupaya meningkatkan perolehan hasil penelitian dalam bidang HKI, publikasi ilmiah, teknologi tepat guna, rekayasa sosial/kebijakan publik dan buku ajar," katanya.

Berdasarkan data LPPM UPNY, penelitian yang dilakukan para peneliti terus meningkat. Penelitian dasar sebanyak 21 (2014) 25 (2015) 20 (2016) 9 (2017) 19 (2018) 108 (2019) 65 (2020). Penelitian terapan yang dilakukan pada 2014 sebanyak 35, 25 (2015) 25 (2016) 9 (2017) 10 (2018) 59 (2019) dan 26 (2020). Untuk penelitian cluster sebanyak 6 (2014) 6 (2015) 14 (2016) 5 (2017) 2 (2018) 38 (2019) dan 34 (2020). Dan penelitian kelembagaan pada 2014 dilakukan 5 kali, 5 (2015) 10 (2016) 3 (2017) 3 (2018) 49 (2019) dan 21 (2020). "Untuk pendanaan selain dari Kemenristekdikti, juga berasal dari internal," katanya.

Bambang Sugiarto, salah seorang peneliti LPPM UPNY, mengatakan salah satu penelitian yang dilakukan terkait dengan pengolahan limbah plastik menjadi BBM altrnatif. Penelitian yang dilakukan pun menghasilkan sebuah alat yang bisa menghasilkan BBM alternatif. "Alatnya pirolizer pengkonversi limbah plastik dan menjadi BBM alternatif," kata Bambang.